Evaluasi kesesuaian lahan beberapa pedon di kabupaten Probolinggo untuk tanaman mangga (mangifera indica)
View/ Open
Date
2003Author
Suprihartono, Dony
Wiranegara, Hidayat
Widjaja, Hermanu
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelas kesesuaian lahan beberapa pedon pewakil di Kabupaten Probolinggo untuk Tanaman Mangga (Mangifera indica). Metode yang dilakukan untuk menilai kelas kesesuaian lahan untuk tanaman mangga ini adalah sistem matching, yaitu dengan membandingkan antara parameter karakteristik lahan dengan kriteria kesesuaian lahan yang disusun berdasarkan persyaratan tumbuh tanaman menurut Departemen Pertanian, 1997. Dalam hal ini berlaku hukum minimum, yakni menggunakan faktor pembatas terberat dalam menilai kelas kesesuaian lahannya.
Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang diambil dari 7 pedon di Kabupaten Probolinggo. Tujuh pedon itu diambil dari : (1) Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, (2) Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, (3) Desa Wangkal, Kecamatan Gading, (4) Desa Gading, Kecamatan Gading, (5) Desa Krucil, Kecamatan Krucil, (6) Desa Bermi, Kecamatan Bermi, dan (7) Desa Besuk, Kecamatan Besuk. Kriteria kelas kesesuaian lahan yang digunakan berdasarkan Departemen Pertanian, 1997.
Kelas kesesuaian lahan aktual pada pedon 1 adalah cukup sesuai (S2-tcl,rc3) dengan faktor penghambat temperatur rerata dan kedalaman tanah. Sedangkan pada pedon 2 mempunyai kelas kesesuaian lahan aktual cukup sesuai (S2-oal) dengan faktor pembatas drainase. Pada pedon 3 dan 4 mempunyai kelas kesesuaian lahan
aktual sesuai marginal (S3-wal) dengan kendala utama sebagai faktor pembatas curah hujan. Sedangkan pada pedon 5 dan 6 kelas kesesuaian lahan aktualnya tidak sesuai (N-wal) dengan faktor pembatas permanen jumlah curah hujan. Kelas kesesuaian lahan aktual pada pedon 7 adalah cukup sesuai (S2-tc1,nr1) dengan faktor pembatas temperatur rerata pertahunnya dan kapasitas tukar kation.
Pada pedon 1 dan 7 kelas kesesuaian lahan potensialnya cukup sesuai (S2-tc1) dengan pembatas permanen temperatur. Sedangkan kelas kesesuaian lahan potensial pedon 2 adalah sesuai (S1). Pedon 3 dan 4 mempunyai kelas kesesuaian lahan potensial sesuai marginal (S3-wal) dengan faktor pembatas utama curah hujan. Kelas kesesuaian lahan potensial pada pedon 5 dan 6 adalah tidak sesuai (N-wal) dengan kendala utama sebagai faktor pembatas permanen adalah curah hujan.
Pada pedon 5 dan 6 mempunyai curah hujan yang tinggi sehingga berdasarkan kelas kesesuaian lahannya, lahan pada pedon tersebut tidak sesuai untuk dikembangkan tanaman mangga.
