IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh 2,4-D (2,4-dichlorophenoxyacetic acid) dan Kinetin (6-furfuryl amino purine) terhadap embriogenesis pada seledri (Apium graveolens L. var. Dulce)

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (9.877Mb)
      Date
      1995
      Author
      Bakti, Citra
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian auksin (2.4-D) dan sitokinin (kinetin) terhadap pembentukan embrio somatik pada kultur jaringan seledri varietas Tall Utah Triumph. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Jurusan Budi Daya Pertanian, IPB, pada bulan Maret 1994 Oktober 1994. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial, terdiri dari dua tahap penelitian. Tahap 1 merupakan tahap pembentukan kalus dengan eksplan pucuk beserta kotiledonnya yang diambil dari kultur in vitro benih pada media MS (Muras- hige dan Skoog) tanpa zat pengatur tumbuh. Faktor perta- ma (A) penggunaan 2,4-D dengan taraf 0.25 mg/1, 0.50 mg/1, dan 1.00 mg/1. Faktor kedua (B) penggunaan kinetin dengan taraf 0.50 mg/l dan 1.00 mg/1. Tahap 2 merupakan tahap pembentukan embrio dengan asal kalus sebagai faktor perta- ma (A) dan media subkultur sebagai faktor kedua (MS dan MS + 0.50 mg/l kinetin). Pengamatan dilakukan tiap minggu. Peubah yang dia- mati adalah persentase eksplan yang membentuk kalus, saat terbentuk kalus, kualitas kalus (warna dan teksturnya) untuk tahap 1; persentase kalus yang membentuk embrio, saat terbentuknya embrio, jumlah embrio, dan frekuensi konversi untuk tahap 2. Tahap 1 dilakukan selama 6 minggu sedangkan tahap 2 selama 7 minggu. Peubah jumlah embrio diuji dengan uji F dan uji lanjut DMRT (Duncan's Multiple Range Test). Kalus mulai terbentuk pada minggu ke-2 setelah eks- plan di tanam pada media perlakuan. Perlakuan yang paling cepat dan cukup serempak membentuk kalus adalah perlakuan dengan 2,4-D 0.50 dan 1.00 mg/l dengan kinetin 1.00 mg/1, sedangkan perlakuan yang sedikit dan kurang serempak membentuk kalus adalah perlakuan 0.25 mg/1 2,4-D + 0.50 mg/1 kinetin…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/149223
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7638]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository