Studi potensi dan perkembangan teknologi produksi biogas serta aplikasi pemanfaatannya
View/ Open
Date
2015Author
Zarina
Djajakirana, Gunawan
Sumawinata, Basuki
Metadata
Show full item recordAbstract
Kebutuhan energi dunia semakin meningkat seiring meningkatnya jumlah
penduduk. Energi yang umum digunakan selama ini berasal dari bahan fosil yang
sifatnya tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources) seperti minyak bumi
dan batu bara. Salah satu cara untuk mengatasi masalah energi yaitu dengan
biogas. Biogas merupakan energi alternatif yang tergolong ke dalam kelompok
energi terbarukan. Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari fermentasi bahan
organik dengan menggunakan bantuan mikroorganisme dan enzim secara
anaerobik. Tahap pertama, material organik akan didegradasikan menjadi asam
lemah dengan bantuan bakteri pembentuk asam. Bakteri ini akan menguraikan
material organik melalui proses hidrolisis dan asidifikasi. Setelah material organik
berubah menjadi asam, maka tahap kedua yaitu metanogenesis. Dari bakteri
pembentuk metana akan menghasilkan gas metana. Sumber bahan baku untuk
menghasilkan gas metana dapat menggunakan berbagai macam bahan organik
baik dari limbah pertanian maupun limbah peternakan. Adapun tujuan dari kajian
pustaka ini yaitu mengevaluasi model dan bahan yang digunakan untuk
memproduksi biogas serta menganalisis potensi ekonomi dalam pemanfaatan
biogas skala rumah tangga. Berdasarkan cara pengisiannya, ada dua jenis reaktor
(pengolahan gas) yaitu batch feeding dan continuous feeding. Tipe-tipe reaktor
yang sudah berkembang selama ini yaitu model mengambang, model kubah tetap,
dan model balon. Dari hasil penelitian sebelumnya dijelaskan bahwa ketiga alat
reaktor tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Model reaktor tipe kubah
tetap ini berada di bawah tanah sehingga terlindungi dari suhu rendah pada malam
hari dan sinar matahari. Kelebihan model reaktor mengambang yaitu dapat
melihat secara langsung volume gas yang tersimpan pada drum karena
pergerakannya. Total biaya/m3
yang diperlukan lebih tinggi karena desainnya
mengambang. Sementara, reaktor tipe balon lebih murah dan lebih mudah untuk
menggunakannya, biaya pemeliharaan lebih murah melalui penggantian kantong
polietilena secara periodik. Kelemahan utama dari desain ini adalah
kecenderungan menyumbatnya padatan internal dari waktu ke waktu, yang
menyebabkan hasil metana berkurang. Instalasi reaktor biogas dapat terbuat dari
plastik, semen dan fiber glass. Harga instalasi reaktor biogas dari tiga bahan baku
reaktor berbeda-beda yaitu untuk reaktor dari semen sebesar Rp 3.501.000,00/5
m
3
, plastik harganya sebesar Rp 746.000,00/5 m3
, dan fiber glass sebesar
Rp10.050.000,00/5 m3
. Syarat yang perlu diperhatikan dalam membuat unit
instalasi reaktor biogas antara lain rancangan yang mudah dan sederhana, bahan
yang diperlukan mudah didapat, pemeliharaannya tidak rumit, dan hasil
sampingannya mudah dimanfaatkan.
