View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh KCI, kapur dan bahan organik terhadap pola perubahan pH, Eh, Fe, K, Ca dan Mg larutan tanah, keracunan besi dan produksi padi (Oryza sativa L.) pada podsolik batumarta Sumatera Selatan

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (15.12Mb)
      Date
      1992
      Author
      Sumaryanto, Teguh
      Sudarsono
      Makarim, A. Karim
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh KCl, kapur dan bahan organik terhadap beberapa pola perubahan kimia dan unsur hara larutan tanah, keracunan besi, serta terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah dan padi gogo. Penelitian dilakukan di rumah kaca dengan rancangan percobaan acak lengkap. Pemupukan KCl diberikan dengan tiga taraf, yaitu 0, 60, dan 120 ppm K, kapur dalam tiga taraf, yaitu 0, 1 dan 2 ton/ha, bahan organik dalam dua taraf, yaitu 0 dan 10 ton/ha. Juga dilakukan pemberian K 120 ppm + kapur 2 ton/ha dan K 120 ppm + kapur 2 ton/ha + bahan organik 10 ton/ha. Tanaman uji yang digunakan adalah padi (Oryza sativa L.) varietas IR-64. Penggenangan meningkatkan pH larutan tanah sampai nilai sekitar 7.0, dan menurunkan potensial redoks larutan tanah. Meningkatkan rata-rata konsentrasi Fe larutan tanah sampai minggu ke-3, K larutan tanah sampai minggu ke-4, Ca larutan tanah sampai minggu ke-4, dan Mg larutan tanah sampai minggu ke-7, lalu menurun. Pemberian KCl meningkatkan rata-rata konsentrasi K larutan tanah. Pemberian K 60 ppm pada padi sawah nyata meningkatkan tinggi tanaman pada umur 5 mst (minggu setelah tanam), jumlah anakan pada umur 7, 10, 11, 12 dan 13 mst, bobot gabah isi, bobot gabah 1000 butir, cenderung menurunkan persen gabah hampa, dan sangat nyata meningkat- kan bobot jerami panen. Peningkatan dosis menjadi 120 ppm K sangat nyata meningkatkan jumlah anakan pada umur 7, 10, 11, 12 dan 13 mst, bobot gabah isi, bobot jerami panen, serta nyata meningkatkan bobot gabah isi. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/149069
      Collections
      • UT - Soil Science and Land Resources [2825]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository