Analisis permintaan dan manfaat rekreasi di Lokawaisata Baturaden Kabupaten Dati II Banyumas Jawa Tengah : Apilkasi Regresi Poison
Abstract
Berangkat dari kenyataan bahwa peranan sektor pariwisata semakin penting dalam meningkatkan penerimaan daerah, maka penelitian ini bertujuan untuk mengalisis permintaan dan manfaat rekreasi Lokawisata Baturraden. Baturraden dipilih sebagai lokasi penelitian karena memberikan kontribusi yang paling besar bagi penerimaan sektor pariwisata kabupaten DATI II Banyumas, Jawa Tengah. Penerimaan dapat ditingkatkan sekiranya pengelola melakukan differrensiasi harga karcis masuk. Dalam penelitian ini dijajaki kemungkinan menggunakan perbedaan pekerjaan (siswa/mahasiswa dengan selainnya), sebagai dasar untuk melakukan differensiasi harga. Alasan lain, Baturraden tidak memiliki lokasi substitusi yang letaknya berdekatan, dan diberi berpagar sehingga merupakan pasar monopoli yang memungkinkan untuk dilakukan differensiasi harga karcis.
Selama ini untuk menduga fungsi permintaan dilakukan dengan metode Biaya Perjalanan Zonal yang diduga dengan OLS, yang memiliki beberapa kelemahan. Perlakuan opportunity cost waktu biasanya menggunakan fraksi income yang hilang selama perjalanan, padahal tak semua pengunjung kehilangan income sewaktu mereka dalam perjalanan, karena pengunjung itu tidak mampu mensubstitusikan waktu dengan income.
Untuk itu dalam permodelan digunakan pooled model Biaya Perjalanan Individual dengan mengelompokkan individu dalam dua jenis pekerjaan; dimana model konvensional di aplikasikan untuk pengunjung yang mampu mensubstitusikan waktu dengan income, dan model Bockstael, Strand, and Hanemann (B-S-H) diaplikasikan terhadap pengunjung yang tidak mampu mensubstitusikan waktu dengan income. Selanjutnya model diduga dengan regresi Poisson mengingat regresi OLS biasa hanya mampu mengolah data kontinyu, sedangkan jumlah kunjungan merupakan data diskret.
Dari hasil analisis didapatkan tidak semua variabel independen yang di duga semula berpengaruh nyata terhadap model. Hanya 12 variabel saja yang nyata berpengaruh. Dapat di nyatakan bahwa variabel-variabel a, (waktu perjalanan mencapai lokasi), A (taraf pengetahuan), C. (biaya perjalanan ke lokasi alternatif bagi responden yang mampu mensubstitusikan waktu dengan income), DT (waktu diskret), R, (persepsi terhadap rekreasi), dan TC, (biaya total ke lokasi alternatif bagi pengujung yang tidak mampu mensubstitusikan waktu dengan penghasilan), yang semakin meningkat, akan semakin mempertinggi peluang rata-rata ke Lokawisata Baturraden, sebaliknya variabel-variabel A, (anggota rombongan), C, (biaya perjalanan ke lokasi bagi responden yang tidak mampu mensubstitusikan waktu dengan income), D; (jarak dari lokasi), Fm (jumlah anggota keluarga), dan TC, (total biaya perjalanan bagi individu yang mampu mensubstitusikan waktu dengan income) yang semakin tinggi akan memperkecil peluang rata-rata kunjungan bagi seseorang. Atau dengan redaksi yang sedikit beda, variabel-variabel bahwa a,, A, C, DT, R, dan TC, yang semakin menurun, akan semakin memperkecil peluang rata-rata ke Lokawisata Baturraden. sebaliknya variabel-variabel An, Cr, Di, Fm dan TC, yang semakin rendah akan memperbesar peluang rata-rata kunjungan bagi seseorang…dst
