View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penguatan kepemimpinan : Studi kasus di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (22.34Mb)
      Date
      1993
      Author
      Tahier, Esther Arisetiawati
      Wigna, Winati
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Sistem kepemimpinan di desa mengenal adanya pemimpin formal dan pemimpin informal. Tidak jarang ditemukan adanya macam pemimpin yang mendominasi dan memiliki kekuasaan yang lebih besar, dengan kata lain pemimpin tersebut mengalami penguatan. Banyak faktor yang menye- babkan penguatan itu terjadi. Pentingnya memahami fenome- na tersebut beserta faktor pendorongnya karena penguatan tersebut dapat menimbulkan berbagai efek dalam kehidupan masyarakat maupun kegiatan penyuluhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terjadi penguatan kepemimpinan dan mempelajari faktor-faktor apa saja yang dapatt menyebabkan penguatan itu terjadi serta mempelajari dampaknya bagi masyarakat dan kegiatan pembangunan. Faktor-faktor yang mempengaruh terjadinya penguatan kepemimpinan ini pada dasarnya dibagi atas faktor internal (berasal dari dalam diri sternal (faktor yang berasal dari Yang termasuk di dalam faktor teristik dan pemimpin) dan faktor ekluar diri pemimpin). internal adalah karak- kemampuan pemimpin, dimana diukur melalui moral, status sosial-ekonomi, pengetahuan dan pendidikan, dan kemampuan berkomunikasi. Pada dasarnya antara pemimpin formal memiliki karateristik dan kemampuan pribadi yang tidak berbeda jauh. Hanya saja pemimpin informal lebih unggul dalam hal moral karena dia adalah seorang pemimpin adat. Begitupula pemimpin informal lebih menguasai pengetatahuan yang bersifat praktis. Sedangkan faktor internal lain adalah kemampuan berinteraksii dan pelaksanaan fungsi kepemimpinan, dimana dalam kedua hal ini pemimpin informal memiliki nilai lebih yang diakibat- kan karena dia adalah seorang ketua adat. Sedangkan faktor eksternal yang berperan adalah kondisi desa, teknologi, kelembagaan, jarak kota dengan desa dan lingkungan alam. Ternyata ada sebuah lembaga adat yang sangat kuat, yaitu lembaga adat Kasepuhan Ban- ten Kidul, dimana masyarakat yang tergabung dalam kesa- tuan adat ini menempatkan ketua adat (pemimpin informal) dalam posisi yang sangat kuat. Sedangkan kondisi desa…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148973
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository