Status belerang tanah dari beberapa lokasi di Jawa dan pengaruh pemberian belerang terhadap produksi kedelai (Glycine max. Merr)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan belerang dalam tanah serta batas kritisnya untuk tanaman kedelai dengan menggunakan metode HC1-HNO3-HC104, NH4OAC pH 4.8, dan Ca(H2PO4)2 500 ppm P. Selain itu untuk mengetahui pengaruh pemberian belerang terhadap komponen hasil dan produksi serta serapan hara biji kedelai pada tanah status kahat, marginal dan cukup belerang.
Penelitian dilaksanakan di rumah plastik di desa Pa- kuan, Bogor. Analisa tanah dan tanaman dilakukan di Laboratorium Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, IPB, Bogor; Lembaga Penelitian Tanah, Bogor; dan di Laboratorium Bagian Agronomi Balittan, Bogor. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap, tahap pertama dilakukan pada bulan Juni 1990 sampai bulan Januari 1991. Selanjutnya tahap kedua dilakukan pada bulan Pebruari 1991 sampai bulan Juni 1991.
Contoh tanah yang digunakan tahap pertama berasal dari 12 lokasi di Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur), diambil hingga kedalaman 0 40 cm secara komposit dari sawah pen- duduk yang diberakan. Tahap kedua digunakan contoh tanah pewakil berstatus kahat, marginal dan cukup belerang berdasarkan tahap pertama. Sebagai tanaman uji digunakan kedelai varietas Wilis. Bahan pupuk dasar digunakan Urea (50 ppm), TSP (100 ppm), KC1 (100 ppm), CuSO4 (5 ppm Cu), dan ZnSO4 (5 ppm Zn). Perlakuan belerang diberikan dalam bentuk Na2S04. Tahap pertama dalam dua takaran, 0 dan 40 ppm S. Sedangkan tahap kedua diberikan dalam empat takar- an, 0, 40, 80, dan 120 ppm S. Bahan lain digunakan Rhizo bium sebagai inokulan, serta Furadan 3G untuk melindungi benih dari serangan rayap dan lalat bibit. ...
