Ketepatan waktu tanam mengurangi resiko kegagalan panen di perkebunan tebu PT Gula Putih Mataram
View/ Open
Date
1989Author
Pujianto, achmad
Manan, M. effendy
Hidayati, Rini
Metadata
Show full item recordAbstract
Sehubungan dengan pertambahan penduduk yang demikian pesatnya maka pengadaan bahan-bahan kebutuhan pokok perlu mendapat perhatian. Diantara bahan-bahan kebutuhan pokok tersebut, gula tebu memegang peranan yang penting sebagai sumber energi. Kebutuhan gula dunia 60% dipenuhi dari produksi tebu, sedangkan 40% berasal dari gula bit.
Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) memerlukan banyak air untuk mendapatkan suatu pertumbuhan yang baik. Pertumbuhan suatu tanaman akan merana bila kekurangan air. Hasil tebu akan berfluktuasi di daerah tadah hujan, karena penyediaan air tidak menentu dan tidak teratur. Kekurang- an air sering menyebabkan kegagalan tanaman dan akan me- nurunkan hasil. Usaha untuk memenuhi kebutuhan air per- tanaman agar tidak terjadi kegagalan panen karena kekurang- an air kita kenal dengan irigasi.
Daerah-daerah yang memiliki curah hujan kecil dapat meningkatkan hasilnya kembali dengan adanya sistim peng- airan atau mengatur waktu tanamnya, dengan syarat faktor lainnya tidak menjadi faktor pembatas. Pola tanam dan sistim irigasi sangat penting untuk daerah yang bercurah hujan sedikit. ...
