Bentuk pertumbuhan dan penutupan hewan karang di Pulau Wangi-Wangi, Pulau Tomia dan Pulau Binongko-Kepulauan Tukang Besi Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara
View/ Open
Date
1996Author
Windriatmoko, Daniel
Dahuri, Rokhmin
Iskandar, Budhi Hascaryo
Metadata
Show full item recordAbstract
Ekosistem Terumbu Karang merupakan tempat hidup dari berbagai jenis biota laut yang mempunyai nilai ekonomis penting seperti ikan karang, teripang, rumput laut dan bermacam-macam moluska yang dapat digunakan sebagai bahan makanan bagi penduduk di sekitarnya.
Potensi sumberdaya alam laut, terutama terumbu karang di perairan Kepulauan Tukang Besi secara umum masih dalam batas-batas kondisi yang relatif cukup baik dan mempunyai nilai konservasi dan estetika yang tinggi (Departemen Kehutanan Dirjen PHPA, 1990).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi bentuk-bentuk pertumbuhan karang (Life Forms) yang menyangkut keanekaragaman dan keseragaman bentuk karang ditinjau dari persentase penutupan bentuk pertumbuhan karang hidup, sehingga dapat diketahui kondisi ekosistem terumbu karang di Pulau Wangi-Wangi, Pulau Tomia dan Pulau Binongko (Kepulauan Tukang Besi).
Penelitian dilakukan pada tanggal 5-30 September 1994, di perairan terumbu karang Pulau Wangi-Wangi, Pulau Tomia dan Pulau Binongko Kepulauan Tukang Besi Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Lokasi Penelitian dibagi menjadi 9 stasiun
pengamatan, yaitu stasiun 1, 2, dan 3 terletak di Pulau Tomia, stasiun 4, 5, dan 6 terletak di Pulau Binongko dan stasiun 7, 8, dan 9 terletak di Pulau Wangi-Wangi.
