Pola sebaran back scattering volume ikan dengan menggunakan metode hidroakustik split beam di perairan Berkarang Utara Belitung
View/ Open
Date
2003Author
Rohaeni, Nani
Hestirianoto, Totok
Pujiyati, Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
Perairan Belitung merupakan suatu perairan yang memiliki kekayaan sumberdaya ikan yang sangat tinggi sehingga mendorong untuk mengkaji wilayah perairan tersebut. Sudah ada cara untuk mengkaji wilayah perairan tersebut digunakan metode-metode akustik untuk menggali semua kekayaaan yang ada pada perairan Belitung.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pantulan yang diberikan oleh ikan dengan melihat nilai back scattering volume dan memetakan penyebaran ikan yang ada di perairan tersebut. Data akustik dan data oseanografi diperoleh dari hasil survey kapal BARACUDA 02 milik Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Daerah tingkat II Belitung, yang dilaksanakan pada tanggal 17 sampai 19 April 2002. Alat-alat yang digunakan antara lain SIMRAD EY-500, Split Beam Transduser berfrekuensi 70 KHZ, Echo Prosessor EP-500, CTD Seabird Profiler (alat pengukur suhu dan salinitas serta kedalaman perairan), alat penentu posisi GPS (Global Positioning System) dan piranti lunak seperti Microsoft Excell, Microsoft Word, Surfer versi 7.0, dan Qbasic.
Pada penelitian ini dilakukan pada malam hari dimana, kedalaman yang diambil adalah 5 meter sampai dengan 28 meter, hal ini dikarenakan kedalaman perairan yang bervariasi dari I sampai 30 meter. Kedalaman tersebut dikelompokan menjadi 3 kedalaman berbeda yang terdiri dari kedalaman 1-10 meter dari dasar, kedalaman 11-20 meter, serta kedalaman 21-30 meter dari dasar perairan.
Hasil yang diperoleh didapatkan bahwa nilai sebaran scattering volume dari ketiga kedalaman yang berbeda, pada kedalaman 1-10 meter dari dasar memiliki nilai rata-rata sebaran back scattering volume sebesar 46,46 dB pada kedalaman 11-20 meter dari dasar memiliki nilai rata-rata back scattering volume sebesar -51,96 dB. Sebaran nilai rata-rata back scattering volume pada kedalaman 21-30 meter sebesar - 50,04 dB. Yang terjadi pada perairan utara belitung ini menunjukkan adanya pengkonsentrasian back scattering volume ikan pada kedalaman 1-10 meter dari dasar perairan sehingga diperkirakan ikan-ikan yang hidup pada perairan utara belitung ini berada pada dekat dasar perairan, dominan dihuni oleh ikan-ikan karang. Keberadaan ikan tersebut cenderung meningkat pada malam hari maka, diasumsikan bahwa ikan- ikan yang berada dekat dasar perairan tersebut tidak bermigrasi vertikal pada malam hari sehinggga cenderung tetap didasar atau dekat dasar perairan, bila dihubungkan dengan parameter oseanografi dalam hal ini faktor suhu dan salinitas juga mempengaruhi keberadaan ikan yang mana dalam hal ini ikan akan tetap berada pada suhu dan salinitas yang sesuai dengan lingkungan maupun habitat ikan tersebut.
