Pendugaan nilai dan sebaran densitas ikan pelagis dengan sistem akustik BIM terbagi di perairan selatan Banten, Jawa Barat
View/ Open
Date
2003Author
Bobbyastha, Gede Puspa
Pasaribu, Bonar P.
Aryana, I Nyoman
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menduga densitas ikan pelagis beserta sebarannya (vertikal dan horizontal) dengan menggunakan sistem akustik bim terbagi dan mengetahui hubungan densitas ikan dengan faktor oseanografi (suhu dan salinitas). Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Selatan Banten - Jawa Barat pada bulan Oktober 2001. Desain Survei yang digunakan berbentuk parallel continues. Penelitian ini dilaksanakan tepatnya pada posisi 105,487°BT 108,819°BT dan 7,085°LS-8,912°LS.
Dalam penelitian ini digunakan Kapal Riset Baruna Jaya VII milik Pusat Penelitian Oseanologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2O-LIPI) untuk pengambilan data akustik maupun osenografi. Pengumpulan data akustik dilakukan dengan menggunakan instrumen akustik berupa Scientific Echo Sounder Simrad EK 500 sedangkan pengumpulan data oseanografi menggunakan Conductifity Temperature Depth (CTD) dengan tipe SBE 9 SEABIRD. Pemrosesan data akustik menggunakan program EP 500 dengan menu analize pelagic layer dan dilanjutkan dengan menggunakan software postprosessing Excel dan ditampilkan menggunakan program surfer versi 7.0.
Sebaran densitas secara vertikal memperlihatkan kecendrungan tingginya densitas ikan di permukaan, hal ini berhubungan dengan ketersediaannya makanan pada lapisan tersebut. Nilai densitas mengalami penurunan sejalan dengan bertambahnya kedalaman. Densitas rata-rata tertinggi terdapat di permukaan yaitu pada strata kedalaman 1 (5-25 m) sebesar 37,49 ikan/1000 m³ selanjutnya strata kedalaman 2 (25-50 m) sebesar 17,45 ikan/1000 m³, strata kedalaman 3 (50-75 m) sebesar 7,40 ikan/1000 m³, strata kedalaman 4 (75-100 m) sebesar 4,22 ikan/1000 m³, strata kedalaman 5 (100-125 m) sebesar 3,07 ikan/1000 m³, strata kedalaman 6 (125-150 m) sebesar 2,45 ikan/1000 m³, strata kedalaman 7 (150-175 m) sebesar 0,15 ikan/1000 m³, strata kedalaman 8 (175-200 m) sebesar 0,09 ikan/1000 m³, strata kedalaman 9 (200-225 m) sebesar 0,07 ikan/1000 m³.
