Studi sebaran vegetasi mangrove serta hubungannya dengan karakteristik fisik-kimia perairan sungai Donan, Cilacap
Abstract
Ekosistem hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir khas daerah tropis yang
berada di sebagian besar wilayah pesisir Indonesia, termasuk pesisir pantai selatan Jawa. Sebagai
sumberdaya alam yang tersebar di sepanjang pantai, hutan mangrove Cilacap memiliki peran regional
yang tidak diragukan lagi. Peran tersebut antara lain peran ekonomis dimana hutan mangrove banyak
dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk pengembangan budidaya pohon kayu putih, tambak
tumpang sari dan untuk diambil kayu serta produk produk lain dari pohon mangrove itu sendiri.
Selain itu mangrove Cilacap banyak digunakan untuk penelitian, pendidikan, dan pariwisata. Tetapi
seiring dengan pesatnya pembangunan, termasuk daerah pesisir Cilacap mengakibatkan daerah ini
potensial terhadap terjadinya penurunan kualitas lingkungan.
Dilihat dari letak dan fungsinya perairan Sungai Donan berfungsi sebagai penampung dan media transport berbagai limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga masyarakat dan kegiatan industri yang berada disepanjang badan sungai. Keberadaan kilang minyak PERTAMINA dan industri lain di wilayah tersebut berpotensi besar mencemari lingkungan perairan. Di ekosistem pesisir seperti mangrove, air merupakan salah satu faktor yang berperan dalam kehidupan ekosistem tersebut. Perubahan perubahan yang terjadi dalam perairan secara tidak langsung akan mempengaruhi kehidupan mangrove yang hidup di lingkungan tersebut.
Penelitian yang dilaksanakan pada bulan April - Mei 2001 di hutan mangrove Sungai Donan, Cilacap milik PERHUTANI Unit I Jawa Tengah dibawah pengawasan KPH Banyumas Barat dan BKPH Rawa Timur ini antara lain bertujuan untuk mengetahui sebaran vegetasi mangrove di Sungai Donan, Cilacap serta untuk mengetahui karakteristik fisik - kimia perairan dan hubungan antara keduanya.
Pada penelitian ini ditetapkan 4 stasiun sebagai daerah pengamatan dengan kilang minyak sebagai acuan penentuan letak stasiun - stasiun tersebut. Pengamatan Vegetasi mangrove pada tiap stasiun dilakukan dengan metode transek garis dengan pembagian masing-masing stasiun menjadi beberapa plot pengamatan berukuran 9 x 9 m² yang ditentukan secara acak. Selanjutnya diukur diameter dan jumlah tegakan dan morfologi individu (panjang, lebar, tebal daun serta jumlah daun per- tangkai) dari mangrove yang diamati. Untuk karakteristik lingkungan yang diamati meliputi suhu, salinitas, pH, ortho-phospat, nitrat, amoniak, dan alkalinitas.
Analisis data yang dilakukan untuk vegetasi mangrove antara lain Kerapatan jenis (Di), Penutupan jenis (Ci), Frekuensi jenis (Fi), Kerapatan relatif jenis (RDi), Penutupan relatif jenis (RCI), Frekuensi relatif jenis (RFi) dan Indeks Nilai Penting (INP). Sedangkan data parameter fisik - kimia lingkungan perairan serta morfologi individu dianalisis dengan menggunakan analisis komponen utama /PCA (Principle Component Analysis) ...
