Neraca Air Tawar (Freshwater Budget) di Perairan Matasiri pada Bulan November 2010 Menggunakan Box Model
View/ Open
Date
2015Author
Nasution, Putrama Alhairi
Naulita, Yuli
Purwandana, Adi
Metadata
Show full item recordAbstract
Perairan Kepulauan Matasiri merupakan perairan yang dipengaruhi oleh
Selat Makassar dan daratan Kalimantan Selatan. Kondisi perairan yang dekat
dengan daratan Kalimantan Selatan memungkinkan adanya air tawar yang masuk
ke dalam Perairan Matasiri. Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi
tentang neraca air tawar yang masuk ke dalam Perairan Matasiri dan
percampurannya. Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan
box model multi-compartmen dengan sistem dua lapisan: lapisan permukaan
(upper layer) Stasiun 17 - 34 (Barat Laut – Tenggara) di kedalaman 2 sampai 8 m
dan lapisan dalam (lower layer) di kedalaman 9 sampai 21 m sedangkan lapisan
permukaan Stasiun 10 - 24 (Barat – Timur) di kedalaman 3 sampai 10 m dan
lapisan dalam di kedalaman 11 sampai 21 m. Pada sistem box model Stasiun 17 -
34 terlihat bahwa Stasiun 17 memiliki neraca air tawar lebih besar yaitu sebesar
29.64 psu dengan neraca air permukaan (VSurf) sebesar 0.19 m3
hari-1
dibandingkan
Stasiun 34 sebesar 30.06 psu dengan (VSurf) sebesar 0.17 m3
hari-1
dan
percampuran (VzSz) relatif tinggi di Stasiun 25 sebesar 0.23 psum3
hari-1
. Pada
sistem box model Stasiun 10 - 24 bahwa Stasiun 10-12 memiliki neraca air tawar
lebih besar yaitu sebesar 30.10 psu dengan neraca air permukaan (VSurf) sebesar
0.59 m3
hari-1
dibandingkan Stasiun 26-24 sebesar 30.15 psu dengan (VSurf)
sebesar 0.59 m3
hari-1
dan percampuran relatif tinggi di Stasiun 26-24 sebesar 0.19
psum3
hari-1
. Hal tersebut menunjukkan pasokan air tawar relatif tinggi di stasiun
yang berada dekat dengan sumber air tawar dan mengakibatkan lemahnya
percampuran. Peningkatan pasokan air tawar pada Perairan Matasiri, diduga
karena dekatnya dengan Sungai Barito.
