Studi pemanfaatan citra satelit landsat TM untuk melihat pergerakan sedimen di Delta Bodri Jawa Tengah
View/ Open
Date
1997Author
Gusman, Yocie
Rahardjo, Santoso
Gaol, Jonson Lumban
Sutrisno, Dewayani
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pergerakan sedimen di Delta Bodri, Jawa Tengah. Metode yang digunakan meliputi analisis data penginderaan jauh secara visual dan digital, serta analisis data lapangan dengan menggunakan Metode Komar (1983).
Proses sedimentasi akan menyebabkan perairan mengalami pendangkalan, hingga pada suatu saat luas perairan menyempit dan luas daratan akan bertambah. Akibat lain dari banyaknya sedimen di suatu perairan adalah terganggunya aktifitas biologis dan organisme yang hidup didalamnya. Keruhnya air akibat sedimen mengakibatkan cahaya matahari semakin sukar menembus perairan hingga produktifitas primer perairan tersebut berkurang.
Satelit Landsat-5 Komposit Kanal 1, 2 dan 3 dapat digunakan untuk melihat pergerakan sedimen. Dari data penginderaan jarak jauh Landsat TM tanggal 28 Juni 1991 dan tanggal 20 Juni 1994 terlihat pergerakan sedimen dan perubahan bentuk delta selama kurun waktu 3 tahun. Analisis visual data penginderaan jarak jauh secara kualitatif dapat memperlihatkan pergerakan sedimen. Banyaknya konsentrasi sedimen secara visual ditentukan dengan perbedaan warna dan ketajaman warna.
Dengan komposit citra penampakan masing-masing target lebih jelas dan lebih mudah dibedakan satu sama lain. Pada citra komposit pergerakan sedimen dari tahun 1991 sampai tahun 1994 terlihat condong ke arah timur.
Berdasarkan hasil overlay perubahan darat menjadi laut sebesar 78,75 ha, sedangkan perubahan laut menjadi darat sebesar 196,92 ha, jadi mayoritas di Delta Bodri terjadi proses akresi. Laju pertambahan lahan di Delta Bodri sebesar 0,39 km² setiap tahun.
Berdasarkan hasil wawancara dengan penduduk setempat diperoleh informasi yang menguatkan tentang perubahan bentuk delta yang terjadi selama bertahun-tahun. Informasi dari penduduk menggambarkan pendangkalan yang terjadi di sepanjang pesisir pantai Delta Bodri yang lambat laun membentuk daratan baru.
Keadaan topografi pantai yang landai mengakibatkan gelombang laut memiliki energi relatif kecil ketika mencapai pantai, sehingga sedimen lebih mudah mengendap. Menurut Ongkosongo (1982) sudut lereng pantai 0 5° termasuk morfologi jenis pantai landai. Daerah penelitian termasuk jenis pantai yang landai karena sudut kemiringan pantai di bawah 5°. ...
