View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Marine Science And Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Marine Science And Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Struktur komunitas dan asosiasi epifauna (moluska) di ekosistem mangrove Pulau Tengah, gugusan pulau Pari, Kepulauan Seribu, Teluk Jakarta

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (14.44Mb)
      Date
      2003
      Author
      Hendrawan, Ria Amillia
      Yulianda, Fredinan
      Marhaeni, Bintang
      Prahoro, Pandoe
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas Epifauna yang termasuk ke dalam filum Moluska yang hidup di atas substrat (surface fauna), dari kelas Gastropoda serta hubungannya dengan faktor biotik dan abiotik ekosistem mangrove yang ada di Pulau Tengah, Gugusan Pulau Pari, Kepulauan seribu, Teluk Jakarta. Epifauna yang melekat pada akar, batang, cabang dan daun pohon mangrove termasuk Epifauna pohon yang tidak dapat berpindah tempat (sessile) seperti jenis tiram dari kelas Bivalva. Penyebaran, kelimpahan, cara hidup dan kebiasaan makan Moluska sangat mempengaruhi jaring makanan dan produktivitas yang terjadi di ekosistem mangrove. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Maret 2001, di ekosistem mangrove Pulau Tengah. Pengambilan sampel dilakukan di empat stasiun, tiap stasiun ditarik garis sepanjang 50 meter tegak lurus dengan garis pantai, kemudian di tiap stasiun dibagi menjadi tiga plot dengan ukuran masing-masing plot 10 x 10 meter, sampel yang diambil pada tiap plot sebanyak enam kali dengan menggunakan transek kuadrat berukuran 1 x 1 meter. Sampel yang diambil meliputi jumlah pohon, anakan dan semai dengan cara melihat jenis pohon dan mengukur diameternya, sedangkan untuk Epifauna dihitung jumlah dan jenisnya. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah termometer, refraktometer, kertas pH, botol BOD, kantong plastik, cool box, tali rafia, meteran, GPS dan alat tulis. Bahan yang digunakan meliputi larutan formalin 10%, alkohol 70% dan zat-zat kimia yang digunakan dalam pengukuran oksigen terlarut, fosfat, nitrat dan C-organik. Analisis data yang dilakukan untuk melihat struktur komunitas Epifauna meliputi kepadatan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Pengelompokkan habitat berdasarkan parameter fisika-kimia perairan dan substrat digunakan Indeks Canberra, Indeks Bray-Curtis untuk melihat pengelompokkan stasiun pengamatan berdasarkan kepadatan Epifauna. Indeks Morisita digunakan untuk mengetahui pola sebaran jenis Epifauna dan untuk mengetahui hubungan antara kepadatan Epifauna dengan parameter fisika-kimia perairan dan substrat digunakan analisis regresi berganda dan analisis regresi polinomial untuk mengetahui model dugaan yang paling tepat antara kerapatan pohon, anakan dan semai terhadap kepadatan Epifauna. Parameter fisika-kimia perairan dan substrat di ekosistem mangrove Pulau Tengah berada dalam kisaran normal untuk pertumbuhan Epifauna, di mana suhu perairan berkisar antara 22,5° C sampai 29° C, Moluska terutama kelas Gastropoda mampu beradaptasi sampai suhu 40,5° C; nilai salinitas berkisar dari 35% sampai 36 %%, kisaran oksigen terlarut antara 5,79 ppm sampai 11,09 ppm cukup tinggi di mana ada beberapa Epifauna yang mampu mentoleransi oksigen terlarut yang rendah (1-2 mg/l) dengan cara melakukan pernafasan anaerob, pH yang terukur sebesar 8 cenderung bersifat basa karena pengaruh dari penguraian bahan-bahan organik oleh bakteri pengurai di setiap stasiun relatif sama. Nilai fosfat yang terukur berkisar dari 0,30 ppm sampai 5,30 ppm, nitrat 129,20 ppm sampai 18017,60 ppm dan C-organik sebesar 0,44 % sampai 5,77%. Kisaran nilai fosfat, nitrat dan C-organik yang tinggi disebabkan oleh sedikitnya pemanfaatan nutrien karena sebagian besar Epifauna yang ditemukan adalah pemakan serasah. Tipe substrat pasir sampai pasir berlempung sangat disukai oleh Epifauna asli hutan mangrove terutama famili Potamididae. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148515
      Collections
      • UT - Marine Science And Technology [2094]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository