Studi tingkat pemanfaatan ikan tongkol (Euthynnus affinis) di perairan pulau Belitung Sumatera Selatan
View/ Open
Date
1999Author
Batubara, Sadat
Haluan, John
Wiyono, Eko Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
Upaya pemanfaatan sumberdaya ikan secara optimal sampai saat ini masih menghadapi berbagai kendala, sehingga hasil tangkapan nelayan tidak menentu. Ikan tongkol (Euthynnus affinis) merupakan salah satu komoditi sumberdaya hayati yang bernilai ekonomis tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi optimum ikan tongkol dan juga untuk mengetahui tingkat pemanfaatan ikan tongkol di perairan Pulau Belitung, Sumatera Selatan.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data sekunder yang meliputi data hasil tangkapan (kg) dan unit drift gillnet di perairan Pulau Belitung, Sumatera Selatan. Data yang digunakan adalah data Tahun 1994-1998,
Data hasil tangkapan dan perkembangan unit drfit gillnet (upaya) dianalisis dengan menggunakan hasil tangkapan persatuan upaya penangkapan (HTSU) atau catch per unit effort (CPUE). Hasil analisis CPUE ini digunakan untuk mengetahui trend perkembangan pemanfaatan sumberdaya tongko! di perairan tersebut.
Produksi ikan tongkol dari Tahun 1994 1998 berkisar antara 924.700 1.388.100 kg, dengan produksi rata-rata setiap tahunnya 1.127.949 kg. Sedangkan jumlah drift gillnet berkisar antara 656-1056 unit dan rata-rata setiap tahunnya adalah 828 unit.
Produksi ikan tongkol secara umum dari tahun ketahun meningkat seiring dengan meningkatnya upaya (unit drift gillnet). Tinggi rendahnya hasil tangkapan pada suatu perairan dapat diakibatkan oleh jumlah dan efisiensi unit alat tangkap, lamanya operasi penangkapan dan ketersediaan ikan yang ditangkap (Rounsefell dan Everhart, 1962).
