Validasi dan Prediksi Curah Hujan Di Indonesia Menggunakan Hasil Integrasi Perangkat Lunak Prediksi Iklim Musiman dengan Sistem Website
Abstract
Penelitian ini mengintegrasikan perangkat lunak prediksi iklim musiman Climate Predictability Tool (CPT) dengan sistem website. Pengecekan hasil integrasi dilakukan dengan melihat model dan hasil prediksinya berdasarkan analisis korelasi kanonik. Data model iklim NMME CMC1-CanCM3 dan CMC2- CanCM4 digunakan sebagai prediktor, sementara itu data curah hujan bulanan dan musiman CHIRPS versi 1.8 (pulau Jawa), CRU TS3.1 (Indonesia), dan APHRODITE versi V1003RI (Indonesia) sebagai prediktan. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa secara umum nilai korelasi kanonik antara data model iklim dengan observasi berkisar 0.62-0.88 untuk data bulanan serta 0.52-0.92 untuk data musiman. Data prediksi yang digunakan merupakan data bulan November 2014 dengan lead time 1 hingga 3 bulan. Dengan menggunakan data CHIRPS, nilai korelasi Pearson relatif tinggi terdapat pada lead time 1 bulan dengan nilai 0.4-0.5 pada wilayah Jawa bagian utara dan tengah. Nilai korelasi Pearson data CRU dan APHRODITE berkisar antara 0.4-0.6 di sebagian besar wilayah Kalimantan bagian timur. Pada keseluruhan lead time prediksi, ditemukan curah hujan tinggi di atas 300 mm/bulan terutama di wilayah Jawa bagian tengah. Selain itu, hasil prediksi menunjukkan peluang kejadian curah hujan normal sekitar 40-50%, di atas normal <30%, serta di bawah normal > 50%....
