Pengaruh zat pengatur tumbuh rootone-f terhadap kemampuan tumbuh stek cabang bambu betung (Dendrocalamus asper), bambu ampel (Bambusa vulgaris), dan bambu tali (Gigantochloa apus) pada kultur air
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh Rootone-F terhadap keberhasilan tumbuh stek cabang bambu betung (Dendrocalamus asper), bambu ampel (Bambusa vulgaris), bambu tali (Gigantochloa apus).
Penelitian ini dilakukan di Kebun percobaan Cikara- wang IPB dengan ketinggian tempat 240 m di atas permukaan laut. Penelitian dimulai dari awal Nopember 1994 sampai pertengahan Pebruari 1995.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis bambu dan faktor kedua adalah konsentrasi Rootone-F. Faktor jenis bambu terdiri dari bambu betung (B₁), bambu ampel (B2) dan bambu tali (B3). Faktor kedua terdiri dari konsentrasi Rootone-F 0 (Ro), 1 (R1), 2 (R2), dan 3 g/l air (R3). Se- hingga terdapat 12 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Seti- ap satuan percobaan terdiri dari 20 stek cabang bambu.
Peubah yang diamati yaitu jumlah stek bertunas, jum- lah stek berakar, jumlah tunas per stek, jumlah akar per stek, panjang tunas, panjang akar, bobot basah akar, bobot kering akar, bobot basah tunas, dan bobot kering tunas. Dari pengamatan diperoleh hasil bahwa jenis bambu memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati, sedangkan perlakuan Rootone-F berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tunas pada minggu ke-7; bobot basah tunas; bobot kering tunas; bobot basah akar; dan berpengaruh nyata terhadap stek bertunas dan berakar pada minggu ke-2, 3, 5, 6, dan 7; panjang tunas pada minggu ke-6; bobot kering akar; serta terhadap peubah yang lainnya tidak berpengaruh nyata. Bambu ampel memiliki persentase keberhasilan stek tumbuh tunas dan akar paling tinggi, dibandingkan dengan bambu betung dan bambu tali,.dst
