View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis nilai tambah pengolahan dan ekspor teh hijau di koperasi pengolah teh hijau Indonesia (KOPTHINDO), Bandung Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (1.850Mb)
      Date
      1994
      Author
      Sukmawati
      Kusumah, Engkus
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh ketersediaan hara dalam tanah. Ketersediaan hara dalam tanah, selain dipengaruhi oleh kesuburan alami juga oleh penambahan hara berupa pupuk atau bahan organik dan kehilangan hara akibat aliran permukaan atau erosi. Penelitian dilakukan pada Oxic Dystropept Darmaga dengan kemiringan 14.5 persen. Tujuan penelitian adalah untuk menguji efektivitas mulsa vertikal dibandingkan dengan mulsa konvensional dan teras gulud dalam menekan kehilangan hara (C-organik, N, P, K dan Ca) melalui aliran permukaan dan erosi selama satu musim tanam jagung (Zea mays L.) varietas hibrida CPI-1 pada Latosol (Oxic Dystropept) Darmaga. Untuk mengukur kehilangan hara (C-organik, N, P, K dan Ca) melalui aliran permukaan dan erosi, dilakukan dengan menghitung sedimen erosi dan aliran permukaan setiap hari kejadian hujan pada setiap petak erosi. Pada akhir musim tanam, sedimen erosi dan aliran permukaan setiap petak erosi dikompositkan berda- sarkan berat kering mutlak (BKM) untuk dianalisis konsentrasi haranya. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan dan 5 perlakuan. Perlakuan yang diberikan adalah teras gulud berjarak 11 m (TO), mulsa konvensional (T1), mulsa vertikal berjarak 11 m (T2), mulsa vertikal berjarak 7.3 m (T3) dan mulsa vertikal berjarak 5.5 m (T4). Dosis mulsa yang diberikan 3 ton jerami padi per hektar atau setara dengan 13.2 kg/petak. Kecuali perlakuan TO semua diberi mulsa, T1 dengan cara sebar rata dipermukaan lahan, sedang untuk T2, T3 dan T4 mulsa didistribusikan pada alur secara propor- sional. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan mulsa vertikal nyata lebih efektif menekan kehilangan hara (C-organik, N-total, P-tersedia, K-dd dan Ca-dd) melalui aliran permukaan dan erosi daripada mulsa konvensional. Pada jarak alur yang sama mulsa vertikal (T2) lebih efektif menekan kehilangan hara melalui erosi dan aliran permukaan daripada teras gulud (TO). Semakin pendek jarak alur sema- kin efektif menekan kehilangan hara malalui aliran permukaan dan erosi (T4 lebih efektif dari T3 dan T2). Mulsa vertikal (T2, T3, T4) nyata lebih efektif menekan kehilangan hara melalui erosi dibandingkan mulsa konvensional (T1), tetapi tidak nyata dibandingkan dengan teras gulud (TO). Pada semua perlakuan tidak nyata meningkatkan enrichment ratio dalam aliran permukaan…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148279
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository