Pendugaan Neraca Air Sub DAS Cipeureu di Hutan Pendidikan Gunung Walat Menggunakan Model Tangki
Abstract
Daerah aliran sungai merupakan suatu satuan sistem hidrologi, di dalamnya
terdapat berbagai ekosistem, baik ekosistem daratan maupun ekosistem perairan.
Suatu DAS juga dapat dipandang sebagai ekosistem, yang terdiri unsur-unsur
batuan, tanah, air, vegetasi dan manusia. Peran vegetasi dalam DAS, terutama
hutan yang mempunyai lantai hutan (forest floor) yang rapat, berperan efektif
melindungi permukaan tanah dari energi kinetis hujan, mengurangi laju dan
jumlah limpasan permukaan (surface runoff). Pengelolaan lahan yang merubah
penutupan lahan, sifat tanah akan mempengaruhi hasil air, baik kuantitas, kualitas,
maupun waktu ketersediaan air. Model tangki (tank model) merupakan salah satu
model yang cukup sederhana yang dapat digunakan untuk mempelajari respon
suatu DAS terhadap hasil air. Model tangki dapat menjelaskan kehilangan awal
curah hujan dan ketergantungan terhadap curah hujan sebelumnya serta
mengetahui aliran dan ketersediaan air di suatu DAS.
Penelitian ini dilaksanakan di sub DAS Cipeureu Hutan Pendidikan Gunung
Walat (HPGW), Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui alih ragam hujan menjadi limpasan
berdasarkan neraca air menggunakan model tangki. Luas daerah tangkapan air
(DTA) sub DAS Cipeureu yaitu 17,9 Ha dengan tutupan lahan berupa hutan.
Luasan tersebut terbagi kedalam dua sub DAS yaitu sub DAS Cipeureu Barat
dengan luasan 8,3 Ha dan sub DAS Cipeureu Timur dengan luasan 9,6 Ha.
Hasil optimasi model tangki menunjukkan hujan sebagai inflow yang terjadi
di sub DAS Cipeureu selama periode simulasi lebih kecil dibandingkan dengan
jumlah evapotranspirasi dan aliran. Rata-rata inflow sebesar 5,9 mm/hari,
evapotranspirasi sebesar 5,2 mm/hari dan rata-rata outflow di sub DAS Cipeureu
Barat dan Timur masing-masing sebesar 5,25 mm/hari dan 4,35 mm/hari.
Sebagian besar outflow berupa sub-base flow sebesar 72,9 % di sub DAS
Cipeureu Barat dan 70,6 % di sub DAS Cipeureu Timur. Surface flow di sub DAS
Cipeureu Barat dan Timur masing-masing hanya sebesar 10,3 % dan 3,1 % dari
curah hujan.
Collections
- UT - Forest Management [3207]
