View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Studi Pengaruh media, zat pengatur tumbuh IBA, dan urine sapi terhadap pertumbuhan stek batang Eucalyptus urophylla ST. Blake di PT. Tusam Hutani Lestari, Takengon, Aceh

      Thumbnail
      View/Open
      full text (10.67Mb)
      Date
      1996
      Author
      Rahayu, Yanti
      Parisy, Salman
      Fakuara, Yahya
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan faktorial 6 x 8 dalam pola acak lengkap (RAL) dengan 5 kali ulangan dan masing-masing ulangan terdiri dari 4 batang stek. Faktor pertama (faktor A) adalah media pertumbuhan: A0 = tanah 100%, Al 100% (KKK), A3 kompos kopi basah 100% (KKB), A2 kompos kopi kering pasir KKB (1:1), A4 pasir KKK (1:1), dan A5 = gambut + tanah + kompos kopi (4:3:3). Faktor kedua (faktor B) adalah konsentrasi hormon: B0 tanpa hormon, B1 urine sapi 5%, B2 urine sapi 15%, B4 urine sapi 10%, B3 IBA 350 ppm, B5 IBA 450 ppm, B6 IBA 550 ppm dan B7 IBA 650 ppm. Parameter yang diamati adalah persen stek hidup, persen stek berakar, persen stek bertunas, berat kering akar, jumlah dan panjang akar, serta pertumbuhan tunas. Penanaman stek dilakukan di dalam sungkup di rumah kaca dengan menggunakan polytube. Pemeliharaan yang dilakukan yaitu penyiraman setiap dua kali sehari dan penyemprotan dengan fungisida untuk mencegah serangan jamur. Hasil pengamatan selama delapan minggu menunjukkan bahwa persen hidup, persen stek bertunas, dan persen stek berakar sangat kecil sekali yaitu berturut-turut 6.98% (67 stek), 6.25% (60 stek). dan 0% (0 stek). Penyebab ketidakberhasilan ini adalah kondisi lingkungan dalam bedeng stek yang kurang mendukung pertumbuhan stek, baik suhu, kelembaban, cahaya, maupun media stek yang digunakan. Gejala kematian stek ditunjukkan dengan menguningnya daun dan kekeringan pada batang stek. Biasanya gejala ini terus diikuti dengan pembusukan pada empulur batang stek yang akhirnya menyebabkan kematian stek. Kondisi yang panas akibat suhu yang tinggi menyebabkan transpirasi pada stek menjadi tinggi. Laju transpirasi yang tinggi ini tidak diimbangi dengan laju penyerapan air dari media karena stek belum berakar, sehingga stek menjadi layu dan kering.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148133
      Collections
      • UT - Forest Management [3207]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository