Pemetaan Simpanan Karbon Tegakan Hutan Alam Menggunakan Citra Landsat ETM+ di IUPHHK-HA PT Austral Byna, Kalimantan Tengah
Abstract
Ekosistem hutan berperan penting untuk mengurangi emisi dunia yaitu
sebagai penyerap karbon dan penyimpan karbon. Besarnya karbon yang dapat
disimpan oleh hutan harus dapat diukur dan dimonitor dengan baik. Besarnya
karbon yang dapat disimpan dalam suatu ekosistem hutan dapat diduga
berdasarkan kandungan biomassanya. Secara garis besar metode pendugaan
biomassa di atas permukaan tanah dapat dikelompokkan menjadi dua cara yaitu
metode destruktif dan non-destruktif. Metode non-destruktif dapat dilakukan
dengan menggunakan persamaan alometrik dan menggunakan data remote
sensing.
Di bidang kehutanan dengan areal yang sangat luas dan aksesbilitas yang
rendah, penggunaan data remote sensing lebih diutamakan daripada pengukuran
secara destruktif. Pendekatan ini memungkinkan untuk mengurangi pengukuran
langsung di lapangan, sehingga dapat dilakukan lebih cepat dengan biaya lebih
murah. Disisi lain, data remote sensing jika digunakan secara sendiri juga
memiliki keterbatasan dalam kemampuannya menyediakan informasi untuk
aplikasi kehutanan seperti estimasi biomassa. Oleh karena itu, pada penelitian ini
dikembangkan suatu metode yang mengkombinasikan data remote sensing, data
contoh pengukuran lapangan dan penggunaan alometrik untuk pendugaan
biomassa.
Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Mei 2011 di IUPHHK-HA PT.
Austral Byna, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Tujuan
penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi simpanan karbon tegakan pada
hutan alam di PT. Austral Byna serta melakukan pemetaan simpanan karbon PT.
Austral Byna menggunakan citra Landsat ETM+.
Pada penelitian ini perhitungan biomassa dilakukan dengan menggunakan
persamaan alometrik biomassa yang disusun oleh Brown (1997) dan Ketterings et
al. (2001), sedangkan perhitungan simpanan karbon dilakukan dengan
menggunakan asumsi bahwa umumnya 50% dari biomassa hutan tersusun atas
karbon. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpanan karbon tegakan hutan
alam berdasarkan kelas kerapatan tegakan A yaitu sebesar 221,1 ton/ha, kelas B
sebesar 145,5 ton/ha dan kelas C sebesar 89,2 ton/ha untuk persamaan Brown dan
kelas kerapatan tegakan A sebesar 220,4 ton/ha, kelas B sebesar 131,8 ton/ha dan
kelas C sebesar 77,1 ton/ha untuk persamaan Ketterings. Total nilai dugaan
simpanan karbon tegakan hutan alam pada PT. Austral Byna yaitu sebesar
22.861.381,0 ton untuk persamaan Brown dan 21.029.331,4 ton untuk persamaan
Ketterings. Berdasarkan hasil pemetaan simpanan karbon tegakan dengan
menggunakan citra Landsat ETM+ diperoleh luasan masing-masing kelas
kerapatan tegakan pada PT Austral Byna, yaitu kelas A seluas 20.459,4 ha, kelas
B 111.359,8 ha dan kelas C 23.940,6 ha.
Collections
- UT - Forest Management [3207]
