View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Resources Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Resources Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Peranan Perempuan dalam Keluarga dan Masyarakat Pesisir di Muara Angke (Suatu Studi dari Perspektif Jender).

      Thumbnail
      View/Open
      Abstract (299.3Kb)
      Full text (4.753Mb)
      Date
      2004
      Author
      Nuraini, Aminah
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kajian perempuan beberapa tahun belakangan ini menjadi suatu topik yang ramai dibicarakan banyak pihak, akibat berkembangnya isu global tentang jender. Perempuan dalam masyarakat pesisir memegang peranan yang amat penting dalam menjaga kelangsungan hidup rurnah tangganya. Selain harus bertanggung jawab terhadap urusan domestik, perempuan (istri) juga harus membantu tugas atau pekerjaan laki-laki (suami) dengan cara terlibat aktif mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil kegiatan, akses dan kontrol perempuan, peranan perempuan dan melihat apakah kesetaraan dan keadilan jender terjadi pada kasus di Muara Angke. Pada kasus di Muara Angke, perempuan menjalankan 3 peran, yaitu peran reproduktif (rurnah tanggaldomestik), produktif dan sosial kemasyarakatan (publik). Kebanyakan kegiatan reproduktif dilakukan oleh perempuan, dengan alokasi waktu yang dicurahkan per hari (24 jam) adalah sebesar 31.63% setara dengan 7.59 jam. Pada kegiatan produktif, curahan waktu laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan perempuan yaitu sebesar 49.29%, setara dengan 11.83. Alokasi waktu yang dicurahkan perempuan pada kegiatan sosial kemasyarakatan yaitu sebesar 5.75% atau setara dengan 1.38 jam, sedangkan laki-laki sebesar 0.5% atau setara dengan 0.12 jam. Pengambilan keputusan pada sektor domestik lebih banyak dilakukan oleh perempuan dan juga atas kesepakatan bersama antara suami dan istri. Pada sektor publik, tidak terjadi pendominasian yang mencolok antara laki-laki dan perempuan. Dalam kegiatan kernasyarakatan, akses perempuan dalam kelernbagaan cukup tinggi. Ketidakadilan jender terlihat pada kasus ini adalah stereotipe dan beban kerja ganda. Faktor-faktor yang mernpengaruhi ketidakadilan jender diantaranya, yaitu faktor budaya yang masih mengakar dalam masyarakat serta rendahnya tingkat ekonomi suatu keluarga.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/14800
      Collections
      • UT - Aquatic Resources Management [2679]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository