View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Perbandingan penentuan awal musim hujan dan kemarau antara metode kumulatif anomali curah hujan harian dan kriteria awal musim BMKG

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (1.266Mb)
      Date
      2015
      Author
      Kiswanto, Adi
      Faqih, Akhmad
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penentuan dan prediksi awal musim merupakan informasi penting yang dapat digunakan dalam pengelolaan resiko iklim, khususnya di sektor pertanian. Penelitian ini melakukan perbandingan penentuan Awal Musim Hujan (AMH) dan Kemarau (AMK) antara metode kumulatif anomali curah hujan harian dan kriteria awal musim BMKG. Data observasi curah hujan yang digunakan untuk menentukan awal musim diambil dari tiga stasiun di DKI Jakarta yaitu Stasiun Kemayoran, Stasiun Soekarno Hatta dan Stasiun Tanjung Priok. Hasil perbandingan dari AMH dan AMK yang ditunjukkan oleh kedua metode tersebut menunjukkan rentang waktu kejadian yang relatif sama, yaitu pada dasarian 34-36 untuk AMH dan pada dasarian 44-47 untuk AMK. Variasi data awal musim antar kedua metode juga relatif sama, walaupun terdapat perbedaan hasil perhitungan di beberapa kejadian AMK. Sebagai contoh pada tahun 1992 di Stasiun Kemayoran dan tahun 2009 di Stasiun Soekarno Hatta. Pengembangan model prediksi awal musim berbasis pemanfaatan data prediksi dari luaran tiga model GCM NMME juga dilakukan dalam penelitian ini. Ketiga model tersebut yaitu CMC1-CanCM3, CMC2-CanCM4 dan NCEP-CFSv2. Hasil menunjukkan bahwa model prediksi dari data NCEP-CFSv2 memiliki nilai skill korelasi Pearson terbaik (0.55) dibandingkan dua model lainnya. Untuk perbandingan antar stasiun berdasarkan kurva ROC dan nilai korelasi Pearson Stasiun Soekarno Hatta memiliki hasil lebih baik dibandingkan kedua stasiun lainnya. Hasil Prediksi awal musim menunjukkan rentang terjadinya awal musim memiliki nilai yang relatif sama dengan prediksi awal musim yang dikeluarkan oleh BMKG pada tahun 2014 (AMH) dan 2015 (AMK)…
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147596
      Collections
      • UT - Geophysics and Meteorology [1726]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository