View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forestry Products
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Perendaman dan Jenis Perekat terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Bambu Lapis dari Bambu Tali (Gigantochloa apus [J.A & J.H. Schultes] Kurz

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (12.19Mb)
      Date
      2012
      Author
      Iriayanto, Windu
      Suryana, Jajang
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Bambu sebagai tanaman cepat tumbuh dan mempunyai daur yang relatif pendek merupakan salah satu sumber daya alam yang cukup menjanjikan sebagai Bahan substitusi kayu. Akan tetapi, adanya variasi dimensi, buku bambu, serta Ketidakseragaman panjang ruas membuat pemanfaatan bambu terbatas sehingga dengan teknologi pembuatan bambu lapis dapat mengatasi hal tersebut. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah bambu tali (Gigantochloa apus [J.A Jan J.H. Schulthes] Kurz) yang berumur sekitar 2-3 tahun. Perekat Methylene Diphenyl Diisocyanate (MDI), Melamine Formaldehyde (MF), epoxy, lakban kertas dan kapur. Sifat fisis bambu lapis meliputi nilai kadar air dengarn rata-rata sebesar 96%, rata-rata kerapatan sebesar 0,70 g/cm², rata-rata daya serap air sebesar 29.40% dan rata-rata pengembangan tebal sebesar 5,97%. Sifat mekanis bambu Lapis meliputi MOE sejajar serat dengan nilai rata-rata sebesar 5489,83 kgf/cm², nilai rata-rata MOE tegak lurus serat sebesar 29386,70 kgf/cm², nilai rata-rata MOR sejajar serat sebesar 503,69 kgf/cm², nilai rata-rata MOR tegak lurus serat Sebesar 389,25 kgf/cm², nilai kekerasan sebesar 591,44 kgf/cm², nilai rata-rata keteguhan rekat sejajar serat sebesar 19,95 kgf/cm², dan nilai rata-rata keteguhan rekat tegak lurus serat sebesar 15,20 kgf/cm². Jenis perendaman dan perekat memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar air tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kerapatan dan daya serap air. Jika dilihat dari perlakuan perendaman umumnya bambu lapis dengan perendaman kapur memiliki nilai kadar air terendah, hal ini diduga karena endapan kapur yang menutupi pori-pori bambu menyebabkan terhambatnya masuknya air ke dalam bambu. Bambu lapis dengan perekat epoxy umumnya memiliki kadar air yang tinggi. Hal ini terjadi karena perekat epoxy memiliki kekentalan yang lebih tinggi dibandingkan perekat MDI dan MF sehingga distribusi perekat pada permukaan finir kurang merata. Distribusi perekat yang fidak merata menimbulkan rongga-rongga kosong yang mempermudah penyerapan air. Bambu lapis yang dihasilkan pada penelitian ini pada umumnya memiliki sifat sis dan sifat mekanis yang memenuhi standar SNI 01-5008.7-1999 dan JAS No. 232 Tahun 2003 kayu lapis struktural. Bambu lapis dengan perekat MDI umumnya memiliki sifat mekanis yang paling baik….
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147582
      Collections
      • UT - Forestry Products [2466]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository