Analisis sensivitas solvabilitas operasi pada koperasi produsen Breien dan konveksi (KPB) Kotamadya Bandung, Jawa Barat
View/ Open
Date
1996Author
Pasaribu, Rita Artauli
Sunaryo, Otto A. S. Broto
Siregar, Hermanto
Metadata
Show full item recordAbstract
Prioritas Pembangunan Lima Tahun yang keenam menetapkan bidang ekonomi sebagai titik utama penggerak dari PJPT II. Untuk bidang koperasi yang ditonjolkan adalah memantapkan sistem dan kelembagaan koperasi, mengembangkan kerjasama antar koperasi maupun kerjasama koperasi dengan BUMN dan BUMS. Pemerintah telah banyak berperan dalam perencanaan pembinaan yang dilakukan sesuai dengan UU Perkoperasian Nomor 25 tahun 1992 Pasal 60 hingga Pasal 63. Keberhasilan pembinaan yang dilakukan tercermin dari kemampuan koperasi dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota serta jumlah anggota yang terus bertambah. Saat ini pembinaan dan pengembangan koperasi sejalan dengan pembinaan dan pengembangan pengusaha kecil. Tujuannya yaitu untuk mewujudkan koperasi sebagai suatu badan usaha yang maupun gerakan ekonomi rakyat yang semakin sehat, maju dan mandiri serta memiliki daya saing sehingga mampu berperan dalam perekonomian nasional.
Sebagai suatu organisasi ekonomi rakyat yang berazaskan kekeluargaan, koperasi tidak terlepas dari tuntutan untuk beroperasi secara efisien dan efektif, yang tujuannya untuk menekan biaya dan permodalan yang merupakan salah satu kendala dalam mengembangkan koperasi.
Koperasi Produsen Breien dan Konveksi (KPB) merupakan salah satu koperasi produsen yang beranggotakan pengrajut sweater di Kotamadya Bandung yang berdiri pada tahun 1972. Kegiatan utama yang dilakukan koperasi ini adalah kegiatan pemasaran dengan tujuan utama ekspor ke Eropa dan Amerika. Selama tahun analisis (1993-1995) KPB mengalami fluktuasi dalam tingkat penjualan, dimana perubahan tersebut sangat berpengaruh terhadap biaya pemasaran yang pada akhirnya
juga akan mempengaruhi tingkat keuntungan (SHU) koperasi.
