Hypofungsi dan hypoplasia ovarium sebagai salah satu penyebab kegagalan reproduksi pada sapi
Abstract
Penurunan populasi ternak pada umumnya dan ternak besar sapi khususnya, disebabkan oleh banyaknya kegagalan reproduksi yang terjadi. Kegagalan reproduksi lebih sering terletak pada kesalahan managemen sehingga dapat menyebabkan gangguan hormonal. Salah satu bentuk gangguan hormonal adalah hypofungsi ovarium.
Hypofungsi ovarium atau ovarium yang kurang aktif adalah suatu keadaan di mana ovarium mengalami penurunan daya kerjanya dari normal dan dialami oleh sapi-sapi dara atau sapi-sapi dewasa setelah partus atau setelah inseminasi/perkawinan, tetapi tidak terjadi konsepsi. Gejala klinis utama yang menonjol pada kasus ini adalah tidak berahi (anestrus). Keadaan ini timbul karena gagalnya kelenjar hypophysa anterior mensekresikan FSH dalam jumlah yang cukup untuk pertumbuhan dan pembentukan folikel di ovarium (Asdell, 1968).
