View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Teknik kultur akar secara in vitro untuk seleksi tanaman kedelai (Glycine max Merr.) yang toleran terhadap aluminium

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (8.892Mb)
      Date
      1989
      Author
      Hati, Sri Indah
      Tjondronegoro, Puspa Dewi
      Hendratno
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Laporan ini merupakan hasil penelitian Masalah Khusus, yang dilaksanakan mulai pada awal bulan Agustus sampai dengan akhir bulan Desember 1988, di rumah kaca dan laboratorium pertanian Pusat Aplikasi Isotop dan Badan Tenaga Atom Nasional, Pasar Jumat, Jakarta. Radiasi Pengujian dengan cara kultur kecambah dalam larutan hara yang telah banyak dilakukan oleh para peneliti, sudah cukup efektif untuk menseleksi tanaman Kedelai yang toleran untuk terhadap aluminium. Tetapi masih dirasa perlu mengembangkan teknik lain yang mungkin lebih efisien dan bersifat komplementer dan ini adalah untuk Tujuan dari peneliti- mempelajari kemungkinan penggunaan teknik kultur akar in vitro dalam seleksı tanaman kedelai yang toleran terhadap aluminium. Hasil percobaan menunjukkan bahwa Kultur akar in vitro dapat merupakan teknik alternatif dari teknik Kultur kecambah dalam menseleksi tanaman kedelai yang toleran terhadap aluminium. Hal ini karena antara kultur akar in vitro dan kultur kecambah terdapat korelasi yang nyata pada sebagian besar genotipe yang diuji. Setiap genotipe kedelai yang diuji mempunyai tingkat toleransi yang berbeda terhadap aluminium. Pertumbuhan panjang akar pada jenis-jenis yang memiliki tingkat toleransi tinggi, terlihat lebih baik dibandingkan dengan jenis-jenis yang memiliki tingkat toleransi sedang dan rendah. Berdasarkan perkembangan, rusakan perakaran yang gejala dan tingkat Ke- dihubungkan dengan Kadar aluminium, maka varietas Muria dan Orba, galur AVRDC 18 dan galur AVRDC-23, termasuk dalam kelompok yang memiliki tingkat toleransi tinggi. Varietas Guntur dan Tidar, galur mutan 23-A1, 43-A1, dan 275, galur AVRDC-19 dan 10 termasuk kelompok yang memiliki tingkat toleransi sedang. Galur mutan 23-D, 214, 356, 274, dan 247, galur AVRDC 5, 22, 28, 6, dan 9, galur silangan 103 - C - 1 103 - B - 1 2 - c - 1 1-A-1, 231 - B - 1 23 - A - 1 23 - A - 2 23 - A - 7 dan 4 - c - 1 termasuk kelompok yang memiliki tingkat toleransi rendah.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147279
      Collections
      • UT - Biology [2401]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository