Optimisasi Ekstraksi dan Formulasi Temu Putih (Curcuma zedoaria) dan Temu Hitam (Curcuma aeruginosa) sebagai Antikanker serta Analisis Sidik Jari Formula
View/ Open
Date
2012Author
Samalewa, Nurhikma
Darusman, Latifah K.
Wahyuni, Wulan Tri
Metadata
Show full item recordAbstract
Temu putih dan temu hitam diketahui berpotensi sebagai antikanker. Penelitian ini
bertujuan mencari kondisi optimum ekstraksi sonikasi dan formulasi kedua rimpang
tersebut dengan meragamkan polaritas pelarut etanol:air dan waktu ekstraksi antara 10
sampai 30 menit. Penelitian dirancang menggunakan rancangan D-Optimal. Kondisi
optimum ditentukan berdasarkan uji toksisitas terhadap Artemia salina dan diperoleh saat
digunakan pelarut etanol 96% selama 10 menit. Kedua ekstrak tunggal diformulasi
menjadi 10 formula dan diuji toksisitasnya terhadap A. salina. Formula F6 dan F9 dengan
nisbah temu putih, temu hitam, dan pati masing-masing sebanyak 1:1:1 dan 2:1:0
memiliki nilai LC50 terendah, yaitu berturut-turut 71.31 dan 61.81 ppm. Formula
tradisional (F11) diekstraksi dengan kondisi optimum dari kedua ekstrak tunggal dan
memiliki nilai LC50 sebesar 58.63 ppm. Hasil uji toksisitas terhadap sel kanker A549
menunjukkan formula F11 memiliki persen inhibisi sebesar 48.16% pada konsentrasi 5
ppm, inhibisi F9 pada konsentrasi 250 ppm di bawah 50% namun telah merusak
morfologi sel kanker A549, sedangkan F6 tidak menghambat proliferasi sel dan tidak
merusak morfologinya. Analisis sidik jari F11 dengan beberapa fase gerak menghasilkan
1 hingga 7 pita.
Collections
- UT - Chemistry [2295]
