Fermentabilitas Ransum Yang Mengandung Serbuk Gergaji Kayu Jeunjing (Albizia falcataria)
View/ Open
Date
1983Author
Kusnandar, Achmad
Sigit, Nur Aeni
Sutardi, Toha
Metadata
Show full item recordAbstract
Ransum yang mengandung serbuk gergaji kayu Jeunjing (Albizia falcataria) telah diteliti fermentabilitasnya sebagai bahan makanan ternak ruminansia secara in vitro dan in vivo. Fenelitian dilaksanakan di Laboratorium Ruminologi dan Laboratorium Makanan Ternak serta di Kandang Domba Departerren Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Feternakan, Institut Pertanian Bogor dari tanggal 11 Januari sampai dengan 30 Juli 1983. Pengujian dilakukan terhadap produksi N-Ammonia, Asam Lemak Atsiri (VFA) Total, Koefisien Cerna Behan Kering (KCEK) dan Koefisien Cerna Bahan Organik (KUBO).
Serbuk gergaji digunakan mengganti 50 persen hijauan ransum dan sebelumnya serbuk gergaji diberi perlakuan H50 dan NaOH masing-masing tiga persen dan enam persen. Rinsum A, B, C dan D berturut-turut mengandung serbuk gergaji dengan perlakuan H2SO4 tiga persen, H2SO4 enam persen, NaOH tiga persen dan NaOH enam persen. Ransum E mengandung serbuk gergaji tanpa perlakuan, dan sebagai ransum pembanding adalah ransun F yang tidak mengandung serbuk gergaji. Pada percoba- an in vitro menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan, dan pada percobaan in vivo menggunakan rancangan bujur sangkar latin (6x6)。
Hasil rataan produksi N-NH, ransum A, B, C, D, E dan F berturut-turut adalah 3.08, 3.83, 4.75, 5.05, 4.92 dan 8.35 mg persen. Froduksi N-Ammonia ransum F berbeda nyata dengan ransum lainnya. Semua ransum yang mengandung serbuk gergaji tidak berbeda produksi. N-Ammonianya. Rataan produksi Asam Lemak Atsiri (VFA) Total ransum A, B, C, D, E dan F berturut- turut adalah 33.33, 30.67, 27.00, 42.00, 29.67 dan 27.67 m. Rensum yang mengandung serbuk gergaji sama kemampuannya dalam menyediakan energi (VFA) dengan ransum tanpa serbuk.
S Koefisien Cerna Bahen Kering (KCBK) ransum A, B, C, D, E dan F berturut-turut adalah 42.69, 40.76, 43.93, 45.34, 43.98, 50.11 persen. Ransum A, B, C dan E berbeda nyata KOEK-nya dengan ransum F, ransum D tidak berbeda dengan
ransum F. Koefisien cerna bahan organik (KCBO) ransum A, B, C, D, E dan F berturut-turut adalah 44.57, 51.03, 49.53, 51.20, 48.16 dan 56.91 persen. Ransum B dan D tidak berbeda KCBO-nya dengan ransum tanpa serbuk (ransum
F). lak cipta
Rataan KCBK in vivo ransum A, B, C, D, E dan F ber- turut-turut adalah 68.14, 71.27, 70.67, 72.95, 65,66 dan 82.75 persen. Semua ransum yang mengandung serbuk gergaji (ransum A, B, C, D dan E) berbeda nyata dengan ransum F. Rataan KCBO in vivo ransum A, B, C, D, E dan F berturut- turut adalah 68.81, 71.73, 71.03, 73.61, 65.47, 84.24 persen. Ransum F berbeda nyata dengan ransum lainnya. Ransun B, C, D berbeda KCBK dan KCBO-nya dengan ransum
yang mengandung serbuk tanpa perlakuan (ransum E).
Hubungan koefisien cerna bahan kering in vivo dengan in vitro adalah Y 5.266 1.4895 X, dengan koefisien korelasi r 0.80. Hubungan koefisien cerna bahan organik in vivo dengan in vitro adalah: Y 2.022 1.4034 X, dengan koefisien korelasi r = 0.88.
