Penggunaan Nisbah Produksi (Ratio Method) dan Cara Regresi Dalam Menduga Produksi Susu Sapi perah Dari Catatan Produksi Yang Di peroleh Sebulan Sekali
Abstract
Perbaikan mutu genetik sapi perah tanpa diikuti dengan pencatatan produksi susu maupun silsilah selain perbaikan managemen, makanan dan kontrol terhadap penyakit, tidaklah akan berhasil. Produksi susu satu laktasi seekor sapi dapat diduga dengan menggunakan catatan produksi yang di- peroleh sebulan sekali sebelum sapi-sapi tersebut lengkap laktasinya. Cara ini dapat mengurangi waktu dan biaya bila digunakan untuk seleksi pejantan atau untuk menyisihkan sapi-sapi yang rendah produksinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan penggunaan cara regresi dengan nisbah produksi (ratio method) dalam menduga produksi susu sapi perah dari catatan produksi yang diperoleh sebulan sekali.
Data yang digunakan merupakan data sekunder yang di- peroleh dari Balai Pembibitan Ternak, Baturraden, Purwokerto. Data produksi susu tersebut, didapat mulai dari tahun 1969 sampai tahun 1979 dengan jumlah sapi sebanyak 142 ekor.
Dari data produksi susu harian, didapatkan data produksi susu sebulan sekali. Data inilah setelah dikelompokan ke dalam umur waktu beranak / 36 bulan (kelompok umur I) dan 36 bulan (kelompok umur II) dan dikelompokan lagi menjadi produksi kumulatif 3, 4, 5, 6 dan 7 bulan pertama laktasi yang digunakan untuk mencari penduga produksi susu total dengan menggunakan cara regresi dan nisbah produksi.
