View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Perbanyakan vegetatif anggrek laeliocattleya laurie lynn westernberger dengan cara kultur meristem

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (2.834Mb)
      Date
      1990
      Author
      Sandra, Edhi
      Lukman, Diah R.
      Irawati
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Anggrek Laeliocattleya Laurie Lynn Westernberger (berbunga putih) banyak dicari untuk acara-acara tertentu. Persediaan anggrek Laeliocattleya yang baik dalam pasaran sangat kurang, hal ini disebabkan anggrek Laeliocattleya Laurie Lynn Westernberger termasuk jenis yang lambat perkembangannya, dan adanya serangan virus yang sangat sulit diberantas. Cara untuk mengatasi kekurangan tanaman yang disarankan adalah memperbanyak dengan bibit cara kultur meristem. Dan dengan cara ini juga dapat diperoleh tanaman bebas virus dari tanaman yang bervirus (Morel, 1960). Penelitian ini bertujuan untuk memperbanyak tanaman dan menyediakan bahan tanaman yang berasal dari meristem. Perlakuan yang diberikan adalah kombinasi antara air kelapa 100 ml/1, 150 ml/1 dan 200 ml/1 dengan sukrosa 2% dan 3% dalam medium padat MS modifikasi Li. Sebelum dipindah ke medium padat, semua meristem dimasukkan ke dalam medium cair Reinert dan Mohr dan dikocok selama 3 minggu. Setelah itu meristem dipindahkan ke medium padat Li dan diinkubasi pada suhu 25 C serta intensitas cahaya 1000 lux selama 16 jam. Inkubasi dilakukan selama 12 minggu. Kontaminasi yang terjadi pada saat di medium cair adalah 66,92% dan di medium padat 13,95%. Dengan total perbandingan kontaminasi untuk meristem apikal 23,08% dan meristem lateral 85,71%. Pencoklatan yang terjadi selama penelitian adalah 66,67% (dari 43 kultur) dan yang mati akibat pencoklatan adalah 89,66% (dari 29 kultur) serta yang dapat bertahan hidup sampai akhir penelitian adalah 10,34% (dari 29 kultur). Berdasarkan perhitungan statistik kemampuan hidup eksplan tidak beda nyata antar perlakuan, tapi bila diamati secara visual, terlihat bahwa medium dengan air kelapa 150 ml/1 dan sukrosa 3% lebih baik. Tunas terbanyak dihasilkan oleh perlakuan 2% sukrosa dan 100 ml/1 air kelapa dan untuk dihasilkan kelapa. oleh pembentukan protokorm perlakuan 3% sukrosa dan 150 ml/1 air kelapa…
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147155
      Collections
      • UT - Biology [2401]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository