Studi komposisi dan struktur tegakan sebelum dan sesudah pemanenan kayu dengan sistem silvikultur tebang pilih tanam Indonesia (TPTI) di areal HPH PT. Narkata Rimba (Alas Kusuma Group) Kalimantan Timur
Abstract
Pemanenan kayu sebagai usaha peningkatan produksi ka- yu menimbulkan semakin bertambahnya luas areal bekas te- bangan dan mengakibatkan kerusakan isi hutan.
Perubahan komposisi jenis pohon dan struktur hutan menurut Serevo (1949) dalam Salleh (1979) sejalan dengan tingkat atau besarnya kegiatan pemanenan kayu serta keru- sakan yang ditimbulkannya.
Untuk kelestarian hutan perlu menekan kerusakan ter- sebut sekecil mungkin dengan memperhatikan bagaimana ke- adaan tegakan yang tertinggal sesudah pemanenan kayu.
Penelitian ini bertujuan mempelajari komposisi dan struktur tegakan sebelum dan sesudah pemanenan kayu, me- ngetahui besar kerusakan tegakan tinggal dan keterbukaan tanah sesudah pemanenan kayu.
Penelitian ini dilaksanakan di areal HPH PT. Narkata Rimba (Alas Kusuma Group), Kalimantan Timur. Pengamatan dilakukan pada 4 plot contoh berukuran 100m x 100m (1 ha), masing-masing terletak pada kelerengan berbeda yaitu plot I (datar/landai: 0 %-15%), plot II (sedang 15%-25%), plot III (curam > 25%) dan plot IV sebagai kontrol (kelerengan sembarang).
Prosedur penelitian adalah menetapkan plot contoh, memetakan kedudukan pohon berdiameter 10 cm ke atas, meng- analisis vegetasi, mencatat kerusakan tegakan tinggal dan memetakan keterbukaan tanah....
Collections
- UT - Forestry Products [2466]
