Studi pengendalian persediaan bahan baku di PT. Sri Tokai Indonesia, Jakarta
View/ Open
Date
1994Author
Wahyudi, Ahmad
Ruhendi, Surdiding
Wahyudi, Imam
Metadata
Show full item recordAbstract
untuk kayu Mindi sebesar 444,8647 m³, kayu Mahoni 271,0279 m³, dan jenis lainnya 204,0049 m³. Pada tahun 1991 surplus yang terjadi untuk kayu Mindi adalah 356,5395 m³, kayu Mahoni 3 807,3618 m³, dan jenis kayu lainnya 107,4853 m³. Tahun 1992 terjadi surplus kayu Mindi 503,7464 m³, kayu Mahoni 520,3370 m³, dan jenis surplus jenis kayu lainnya sebesar 162,4642 m³.
Untuk menghindari surplus yang terlalu besar dari masing-masing jenis kayu yang digunakan, berdasarkan model economic order quantity (EOQ) harus dilakukan pemesanan bahan baku dengan kombinasi sebagai berikut; (1) Untuk tahun 1990 untuk kayu Mindi jumlah pemesanan yang optimum adalah 131,4860 m³ dengan frekuensi pemesanan sebanyak delapan kali, untuk kayu Mahoni sebesar 86,7621 m³ dengan frekuensi pemesanan sebanyak enam kali dan pesanan optimum untuk jenis kayu lainnya adalah 103,5049 m³ dengan frekuensi pemesanan sebanyak tujuh kali. (2) Untuk tahun 1991 jumlah pesanan kayu Mindi yang optimum adalah 84,3549 m³ dengan frekuensi pemesanan 12 kali, untuk kayu Mahoni sebesar 66,0619 m³ dengan frekuensi pemesanan seba- nyak 12 kali, dan untuk jenis kayu lainnya sebesar 63,9528 m³ dengan frekuensi pemesanan sebanyak 10 kali. (3) Untuk tahun 1992 jumlah pesanan kayu Mindi yang opti-
mum adalah 139,0315 m³ dengan frekuensi pemesanan sebanyak...
Collections
- UT - Forestry Products [2469]
