View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Animal Production Science and Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Animal Production Science and Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Mempelajari Pengaruh Perendaman Dan Perebusan terhadap Nilai hayati Biji Kecipir (Pshophocarpus Tetragonolobus (L) DC) Dengan Parameter Mortalitas Serta Bobot Organ Parenchymatous Ayam Pedaging

      Thumbnail
      View/Open
      full text (7.231Mb)
      Date
      1983
      Author
      Purnomo, Hari
      Samosir, D.J
      Sofyan, Lily Amalia
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Makanan Ternak dan Bagian Ilmu Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, selama 7 minggu sejak tanggal 22 Februari sampai dengan tanggal 9 April 1983. Tujuan penelitian ini ialah untuk mempelajari pengaruh pengolahan tradisional dengan perendaman dan perebusan pada peningkatan nilai hayati biji kecipir serta mencari lama merendam dan merebus biji kecipir. Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perebusan berpengaruh sangat nyata pada bobot jantung dan hati (P0.01). Pengaruh ini menunjukkan bertambah besarnya bobot jantung waktu yang baik untuk Rancangan percobaan yang digunakan ialah Percobaan Faktorial, dengan tingkat perendaman dan perebusan sebagai faktor-faktor. Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dipakai uji jarak dan hati ayam percobaan yang memperoleh biji kecipir mentah. Mortalitas dan bobot limpa tidak dipengaruhi oleh perlakuan pada penelitian ini. Akan tetapi secara rata-rata bobot limpa semakin rendah apabila diberikan biji kecipir mentah. Demikian pula mortalitas tampak semakin kecil dengan bertambahnya waktu perebusan. Perebusan 15 menit sudah menghilangkan sebahagian zat penghambat, walaupun pada perebusan 30 dan 45 menit mempunyai angka yang lebih kecil, tetapi perbedaan ini tidak merarti. Penyebab gangguan organ tubuh ini belum diketahui secara pasti, sehingga disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/146983
      Collections
      • UT - Animal Production Science and Technology [4045]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository