Pengaruh seleksi bobot telur tetas terhadap produksi dan sifat-sifat telur puyuh
View/ Open
Date
1989Author
Arifin, Rahma Novianti
Mansjoer, Sri Supraptini
Ulupi, Niken
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian dilakukan di Laboratorium Pemuliaan dan Genetika Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor dimulai dari bulan Agustus 1989 sampai pada bulan Januari 1989.
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh seleksi bobot telur tetas dan umur tetua 11 minggu dan 22 minggu terhadap produksi telur, bobot telur dan tebal kerabang telur. Jumlah puyuh tetua yang digunakan sebanyak 90 ekor betina dan 30 ekor jantan berumur 11 minggu serta 90 ekor betina dan 30 ekor jantan berumur 22 minggu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Percobaan Faktorial 2 x 4. Umur tetua merupakan faktor pertama terdiri dari dua taraf (A dan B), A adalah umur tetua 11 minggu dan B adalah umur tetua 22 minggu. Faktor kedua adalah kelompok telur tetas yang terdiri dari empat taraf (I, II, III dan IV). Telur- telur tetas yang masuk kelompok I adalah yang mempunyai bobot (X sd), kelompok II (X - sd)-X, kelompok III X- (X + sd) dan kelompok IV > (X + sd). Uji lanjutan yang digunakan adalah Uji Beda Nyata Terkecil. Pendugaan nilai heritabilitas dengan menggunakan "Nested or Hierarchal Design" berdasarkan ragam pejantan.
Rataan bobot telur tetas tetua umur 11 minggu adalah gram dan tetua umur 22 minggu sebesar 40.38 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengarun akibat seleksi bobot telur tetas dan umur tetua. Nilai dugaan heritabilitas yang didapat berada diluar kisaran nilai heritabilitas yang sebenarnya, yaitu bernilai negatif dan lebih besar dari satu. Terdapat satu kelompok yang nilai heritabilitasnya terdapat dalam ki- saran nilai heritabilitas yang sebenarnya, yaitu sebesar 0.26 pada kelompok II dari umur tetua 11 minggu. Kemajuan seleksi yang dihasilkan berkisar dari nilai negatif, nol hingga positif.
