Pertumbuhan dan perkembangan irisan karkas komersial ditinjau dari bobot tubuh kosong dan bobot karkas kanan pada itik Mandalung II (Mule duck)
View/ Open
Date
1990Author
Dasono, Antang Dwi
Hutabarat, Pittor H.
Herman, Rachmat
Metadata
Show full item recordAbstract
Itik Mandalung II ("mule duck") merupakan hasil persilangan antara itik Muscovy (Cairina moschata) jantan dengan itik lokal (Anas platyrhyncos) betina dengan bantuan IB. Itik ini mempunyai fertilitas yang rendah, lebih baik dalam memanfaatkan makanan kualitas rendah daripada hasil persilangan itik Pekin, mengandung sedikit lemak, mempunyai yang sama dengan tetua itik Manila dalam merubah pakan menjadi pangan sumber protein hewani, mempunyai mempunyai laju pertumbuhan dan persentase karkas yang lebih unggul dibandingkan dengan kedua tetuanya.
Karkas dingin dapat dijadikan tujuh irisan komersial yaitu dada, paha atas, paha bawah, sayap, leher, pinggul dan punggung. Faktor-faktor yang mempengaruhi irisan komersial adalah jenis kelamin, strain, umur, pengelolaan dan lingkungan.
Itik yang dipergunakan dalam penelitian berjumlah 33 ekor yang terdiri atas 20 ekor jantan dan 13 ekor betina dengan bobot menyebar antara 820 sampai dengan 2216 gram. Untuk mempelajari pertumbuhan perkembangan mempergunakan persamaan allometris Y = a X.
Pada bobot tubuh kosong yang sama (1504.98 gram), pengaruh jenis kelamin tidak nyata terhadap irisan komer- sial, kecuali nyata (P / 0.05) untuk sayap. Kecepatan pertumbuhan leher, pinggul, paha atas dan dada untuk jantan lebih cepat daripada betina, tapi pada punggung, paha
bawah dan sayap betina lebih cepat. Urutan pertumbuhan irisan komersial jantan adalah paha bawah, paha atas, punggung, pinggul, leher, sayap dan dada. Pada betina adalah paha atas, paha bawah, pinggul, leher, punggung, sayap dan dada. Kenaikan, penurunan dan tetapnya persentase irisan karkas komersial tergantung dari kenaikan, penurunan dan tetapnya persentase "edible" dan "inedible" dari irisan yang bersangkutan.
