Pengaruh Bobot dan Indeks Bentuk Telur Terhadap Nisbah Kelamin Itik Tegal
View/ Open
Date
1988Author
Sariun, Antonius Birawan
Mansjoer, Sri Supraptini
Hardjosworo, Peni S.
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilakukan di Balai Penelitian Ternak, Departemen Pertanian, Ciawi, Bogor; yang berlangsung dari bulan November sampai dengan bulan Desember 1984. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan ciri-ciri telur yang dapat digunakan sebagai petunjuk untuk
menentukan jenis kelamin anak itik yang dihasilkan dari
penetasan.
Sebagai materi penelitian digunakan telur tetas itik Tegal sebanyak 1183 butir. Sifat-sifat yang diamati dalam penelitian ini adalah
bobot telur, panjang telur dan lebar telur yang diduga mempunyai pengaruh terhadap jenis kelamin anak itik yang dihasilkan. Untuk menganalisis sifat-sifat tersebut digunakan uji X dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot telur berpengaruh terhadap nisbah kelamin. Kelompok telur dengan bobot di atas rata-rata (67.22 gram) mempunyai peluang yang lebih besar untuk menghasilkan anak itik jantan. Kelompok telur dengan bobot di bawah rata-rata mempunyai peluang yang lebih besar untuk menghasilkan anak itik betina.
Untuk indeks bentuk telur, hanya yang mempunyai nilai lebih kecil dari rata-rata yang mempunyai pengaruh terhadap jenis kelamin. Kelompok telur dengan indeks bentuk telur di bawah rata-rata (79.84 persen), lebih banyak dihasilkan anak itik jantan. Nilai indeks bentuk telur di atas rata-rata tidak berpengaruh terhadap jenis kelamin anak itik.
