Studi Perbandingan Edible Dan Inedible Portion Pda Itik Manila Antara Jantan Dan Betina
View/ Open
Date
1989Author
Dewi, Diyah Kusuma
Hutabarat, Pittor H.
Herman, Rachmat
Metadata
Show full item recordAbstract
Produksi daging ("edible") dan hasil ikutannya ("inedible") dari itik Manila, dilakukan di Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, dari bulan Maret sampai dengan April 1988.
Materi yang digunakan 24 ekor, terdiri atas 12 ekor jantan dan betina. Itik Manila ini berasal dari Lampung, dengan bobot potong antara 2700 sampai 3000 gram untuk jantan dan betina antara 1400 sampai 2000 gram.
Metode pemotongan dan penguraian tubuhnya dilakukan untuk menentukan edible dan inedible. Pengaruh jenis kelamin terhadap produksi tersebut, dipelajari dengan analisa peragam (covariance), pada bobot potong yang sama.
Hasilnya menunjukkan bahwa pada betina dengan rataan bobot badan 1510 gram, diperoleh total edible sebesar 64.51% dari bobot potong. Total edible tersebut
diperoleh dari edible karkas + 53.73% dan edible jeroan + 9.13%. Total inedible adalah 31.76% yang diperoleh dari bulu + 5.95%, darah + 5.35 %, inedible
karkas + 8.86%, kepala + 3.94 %, dan shank + 2.20 %
dari bobot potong. Pada jantan dengan rataan
bobot
potong + 2833 gram, diperoleh total edible 64.43%,
yang diperoleh dari edible karkas + 54.47% dan edible
jeroan +
6.05%.
Total inedible adalah 33.19% yang
berasal dari bulu + 4.71%, darah + 6.43%, inedible
karkas + 9.03%, kepala 6.71%, dan shank + 2.62 %
dari bobot potong. Pengaruh jenis kelamin menunjukkan
bahwa bila dipotong pada bobot potong yang sama bobot
total edible dan total inedible pada jantan dan betina
tidak nyata berbeda. Jantan mempunyai bobot bulu, kepala, shank, dan inedible karkas yang nyata lebih berat, sedangkan edible jeroan nyata lebih rendah dari
betina.
