Pertumbuhan,Komposisi Karkas Dan Lemak Rongga Tubuh Mandalung II (Cairana) Yang Dipelihara Secara Semi Intensif
View/ Open
Date
1989Author
Syamsuardi
Hutabarat, Pittor H.
Herman, Rachmat
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Produksi Ternak Unggas dan Laboratorium Ilmu Produksi Ternak Ruminansia Kecil, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Lamanya 5 bulan dari awal Nopember 1988 sampai 29 Januari 1989 untuk pertumbuhan, kemudian dilanjutkan 9 April sampai 8 Juni 1989 untuk komposisi karkas. Materi ter- diri atas 50 ekor anak itik mandalung II umur sehari (DOD), sebagai sampel diambil secara acak sebanyak 12 ekor, terdiri atas 6 jantan dan 6 betina.
Data yang diteliti mencakup pertumbuhan, karkas, komponen karkas dan lemak rongga tubuhnya. Data yang diperoleh dinyatakan dalam bobot dan persen. Untuk melihat pengaruh jenis kelamin terhadap karkas dan lemak rongga tubuh pada bobot potong dan bobot tubuh kosong yang sama serta komponen karkas pada bobot potong, bobot tubuh kosong dan bobot karkas dingin yang sama, digunakan analisis peragam (Covarian).
Hasilnya menunjukkan bahwa laju pertumbuhan awal mandalung II lebih tinggi daripada entog dan itik. Bobot badan antara jantan dan betina pada umur 12 minggu hampir sama, yaitu 1 885 g jantan dan 1 699 g betina. Rataan persentase karkas relatif terhadap bobot potong
dan bobot tubuh kosong 66.87 dan 68.05% pada jantan serta 66.35 dan 67.64% pada betina. Rataan persentase lemak rong- ga tubuh terhadap bobot potong dan bobot tubuh kosong adalah 0.195 dan 0.246% pada jantan serta betina 0.198 dan 0.251%. Rataan persentase komponen karkas relatif terhadap bobot potong, bobot tubuh kosong dan bobot karkas dingin untuk jantan dan betina masing-masing 19.93, 20.28, 57.57 dan 20.19, 20.58, 58.45% otot; 1.47, 1.49, 4.24 dan 1.53, 1.56,
4.40% lemak; 6.01, 6.11, 17.41 dan 6.16, 6.28, 17.87% tulang; 5.28, 5.37, 15.30 dan 5.49, 5.60, 15.89% kulit.
Pengaruh jenis kelamin tidak nyata terhadap bobot karkas
dan bobot lemak rongga tubuh pada bobot potong dan bobot tubuh kosong yang sama. Pada bobot potong, bobot tubuh kosong dan bobot karkas dingin yang sama, komponen karkas tidak nyata dipengaruhi oleh jenis kelamin, kecuali tulang nyata
(P<0.05) lebih berat jantan daripada betina pada bobot potong, bobot tubuh kosong dan bobot karkas dingin yang sama.
