Suatu Studi Tentang Pengaruh Tingkat Perendaman dan Perebusan Biji Kecipir Terhadap Performans dan Bobot Beberapa Organ Tubuh Ayam Pedaging
View/ Open
Date
1983Author
Sulistiati, Nuning
Samosir, D. J.
Pangestu, Bambang
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilakukan di kandang dan laboratorium Bagian Ilmu Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian dimulai sejak tanggal 16 Januari 1983 sampai dengan 9 April 1983.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh tingkat perendaman dan perebusan biji kecipir terhadap performans dan bobot beberapa organ tubuh ayam pedaging. Parameter yang diukur adalah pertambahan bobot badan, konversi makanan, bobot pankreas, bobot kelenjar thyroid dan bobot darah.
Tingkat perendaman yang diberikan adalah 9, 12 dan 15 jam dengan perebusan selama 0 dan 15 menit. Biji kecipir dicampur sebanyak 25% dari ransum pada setiap perlakuan, dan sebagai pembanding digunakan ransum komersil dari PT Subur yang diperoleh di Pasar Bogor.
Penelitian ini dilaksanakan sebagai percobaan Fakto- rial 3 X 2 dalam Rancangan Acak Lengkap. Pengolahan data dilakukan dengan Sidik Ragam (Analysis of Variance) dan nilai rataan diuji dengan Uji Jarak Duncan. Keseluruhan penelitian terdiri dari 14 unit perlakuan, dimana dua unit digunakan sebagai pembanding.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perebusan memberikan pengaruh yang nyata (P0.01) terhadap pertambahan bobot badan selama enam minggu. Sedangkan perlakuan perendaman tidak berpengaruh nyata, demikian pula halnya dengan interaksi antara kedua perlakuan. Pertambahan bobot badan yang tertinggi diperoleh pada perlakuan perendaman 15 jam dengan perebusan 15 menit yaitu sebesar 1176.50 gram, sedangkan pada pembanding didapat pertambahan bobot badan yang lebih tinggi lagi (1355.72 gram).
Tingkat perendaman dan perebusan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P0.01) terhadap konversi makanan selama enam minggu. Terdapat interaksi yang nyata (P/ 0.05) dari kedua perlakuan ini. Konversi makanan pada perlakuan perebusan 15 menit lebih baik dibandingkan perlakuan tanpa perebusan.
Bobot pankreas dipengaruhi secara sangat nyata (P 0.01) oleh tingkat perebusan, sedangkan tingkat perendaman tidak berpengaruh. Perlakuan perendaman dan perebusan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap persentase bobot thyroid dan bobot darah.
