Evaluasi finansial petani plasma kelapa sawit pada proyek pola perkebunan inti rakyat lokal : Studi kasus PIR-Lok Tonduhan II, Desa Parhundalian, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun
Abstract
Pola PIR-BUN merupakan salah satu kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan perkebunan. PIR-BUN adalah suatu pola pengembangan perkebunan dengan mempergunakan perkebunan besar sebagai inti yang membantu dan membimbing perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma dalam suatu sistem kerjasama yang saling menguntungkan dan berkesinambungan. Dengan pola PIR- BUN diharapkan terjadi peningkatan kesejahteraan petani pesertanya.
Secara umum, tujuan pembangunan perkebunan melalui Pola PIR-BUN adalah untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani peserta proyek, melalui peningkatan keterampilan dan pengetahuan petani yang disertai dengan adanya suatu sistem pemasaran hasil yang pasti. Sejauh mana tujuan ini berhasil dilaksanakan dalam masa berjalannya suatu proyek PIR-BUN dapat dilihat melalui evaluasi proyek. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah proyek PIR ini menguntungkan petani atau tidak.
Penelitian ini mengambil tempat di PIR Lokal Tonduhan II, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Waktu penelitian berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama pada bulan Januari Februari 1994 dan dilanjutkan tahap kedua pada bulan Januari 1996. Jenis data yang dipakai adalah data primer dan sekunder.
Penelitian ini menggunakan alat analisis manfaat-biaya (analisa finansial) sebagai alat analisa terhadap data manfaat dan biaya masing petani peserta PIR selama umur proyek berdasarkan perhitungan data yang sudah ada. Untuk evaluasi proyek, dipakai data yang diperoleh selama proyek berjalan.
Pendapatan petani dari kebun plasma dari PIR-Lok yang sedang berjalan menunjukkan adanya perbedaan dari pendapatan yang diperhitungkan. Pendapatan petani pada evaluasi lebih kecil dari pendapatan yang diperhitungkan dapat diperoleh petani dengan kualitas lahan kelas 2 (sedang). Ini terjadi karena adanya penurunan produksi, fluktuasi harga dan penambahan biaya produksi kebun plasma…dst
