View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Alfasipermetrin dalam dua jenis formulasi terhadap populasi beberapa hama penting tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill)

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (10.13Mb)
      Date
      1997
      Author
      Awaludin, Dindin
      Soemawinata, R.A. Toerngadi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kedelai merupakan salah satu tanaman sumber protein yang penting di Indonesia, yang merupakan salah satu produsen kedelai utama di Asia. Hama penting yang sering menyerang kedelai di antaranya adalah lalat kacang (Ophiomyia phaseoli), perusak daun (Spodoptera litura, Lamprosema indicata), dan hama yang menyerang polong antara lain Etiella zinckenella, Etiella hobsoni serta kepik penghisap polong (Riptortus linearis, Nezara viridula). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari alfasipermetrin pada dua jenis formulasi yaitu Cobra 15 EC (belum terdaftar) dan Fastac 15 EC (sudah terdaftar) terhadap lalat kacang (0. phaseoli), ulat penggulung daun (L. indicata), ulat grayak (S. litura), dan penggerek polong (Etiella spp.). Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Bioteknologi, Instalasi Citayam, Kabupaten Bogor. Kedelai yang digunakan pada percobaan ini adalah varietas malabar dengan jarak tanam 40 x 20 cm. Insektisida yang digunakan Cobra dan Fastac". Tanaman contoh yang diamati adalah perpotongan baris ke-3, 6, 9, 12, 15, 18 dan lajur ke-3, 8, 13, 18, 23, dengan demikian jumlah tanaman contoh per petak adalah 30 tanaman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan uji lanjut beda nyata terkecil (BNT) pada taraf nyata (a) 5%. Parameter yang diamati adalah perkembangan populasi dari lalat kacang, ulat penggulung daun, dan ulat grayak serta kerusakan polong yang disebabkan oleh penggerek polong (Etiella spp.). Secara umum insektisida Cobra terutama dosis 1 l/ha, dapat menekan populasi O. phaseoli, L. indicata, S. litura dan mengurangi kerusakan polong yang disebabkan oleh Etiella spp. Sedangkan insektisida Fastac tidak berbeda nyata dengan kontrol terutama pada hama perusak daun, sehingga untuk mengendalikan perusak daun dosis anjuran Fastac (0,5 l/ha) harus dipertinggi agar efektif mengendalikan dalam populasi hama sasaran. Populasi lalat kacang, penggulung daun dan ulat grayak relatif rendah. Kerusakan polong yang disebabkan Etiella spp. pada semua tingkat dosis perlakuan Cobra berbeda nyata dengan kontrol, begitu juga dengan Fastac pada dosis 0,5 l/ha. 20 Pada umumnya antara insektisida Cobra 15 EC dan Fastac 15 EC tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada semua perlakuan. Hal ini mungkin karena persamaan kandungan bahan tambahan formulasi yang digunakan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/146660
      Collections
      • UT - Plant Protection [2517]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository