Studi litter size kelahiran kedua pada induk kelinci
View/ Open
Date
1997Author
Windriati, Dwi
Herman, Rachmat
Duljaman, Maman
Metadata
Show full item recordAbstract
Pembedaan manajemen dalam pemberian pakan membedakan jumlah anak per kelahiran dan diperkirakan jumlah anak meningkat pada kelahiran kedua dibandingkan kelahiran pertama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi produksi anak kelinci yang dipelihara di Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor dengan sistem semi intensif. Dalam penelitian ini dipelajari jumlah anak pada kelahiran kedua.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Ternak Ruminansia Kecil, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Kelinci yang digunakan sebanyak 12 ekor induk dengan bobot hidup berkisar 2,0-3,0 kg pada umur 10 bulan dan tiga ekor pejantan. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan jumlah ransum broiler finisher dengan komposisi zat-zat makanan sebagai berikut, kadar air 13%, protein kasar 19%, serat kasar 5%, lemak 3%, abu 6,5%, P 0,6-1,2% dan Ca 0,7%, pemberiannya masing- masing R1=25 g, R2=50 g dan R3=75g. Rumput lapang dan air minum diberikan ad libitum.
Parameter yang diukur adalah, (1) bobot hidup kawin induk, (2) perubahan bobot hidup selama kebuntingan sampai sapih, (3) lama bunting, (4) litter size, (5) bobot lahir, (6) litter size sapih, (7) bobot sapih, (8) mortalitas total dan (9) efisiensi pakan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL).
Penelitian ini memberikan informasi dan kesimpulan, bahwa bobot kawin induk, lama bunting, bobot lahir anak, litter size dan litter size sapih tidak dipengaruhi oleh perbedaan pakan. Litter size terjadi peningkatan 1,64% dari beranak pertama. Bobot sapih anak ditentukan oleh perbedaan kualitas pakan. Efisiensi pakan terbaik terjadi pada perlakuan R3 selanjutnya R2 dan R1.
