Tanggapan kelinci persilangan jantan dengan kadar protein ransum yang berbeda terhadap produksi daging
View/ Open
Date
1994Author
Kultsum, Umi
Herman, Rachmat
Tjakradidjaja, Anitas S.
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian dilakukan mulai tanggal 18 April sampai dengan tanggal 18 Juli 1993, di Laboratorium Ilmu Ternak Ruminansia Kecil-Jurusan Ilmu Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Tujuannya adalah untuk mempelajari pengaruh pemberian kadar protein ransum yang berbeda terhadap produksi dagingnya.
Dua puluh empat ekor kelinci jantan persilangan (New Zealand White dengan California) digunakan dengan kisaran bobot badan awal sebesar 960,4±66,1 g (kk: 17,30%). Ran- cangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas enam ulangan dengan empat perlakuan kadar protein ransum yang berbeda yaitu 16, 18, 20 dan 22% dengan energi (DE) masing-masing sebesar 4841,6, 2686,5, 3302,4 dan 3083,9 kal/g. Ransum diberikan dalam bentuk pelet. Pengaruh perlakuan terhadap peubah dipelajari dengan analisis sidik peragam. Peubah yang diamati adalah konsumsi dan kecernaan bahan kering dan protein, retensi nitrogen, pertambahan bobot badan, konversi ran-
sum, efisiensi penggunaan protein dan produksi daging. Hasil sidik peragam, menunjukkan pengaruh perlakuan terhadap konsumsi bahan kering dan protein, kecernaan bahan kering, retensi N, pertambahan bobot badan, konversi dan efisiensi penggunaan protein pada bobot badan awal yang sama tidak nyata, kecuali sangat nyata terhadap kecernaan protein (P<0,01).
Rataan konsumsi bahan kering dan protein untuk R1 masing-masing sebesar 117,55 dan 20,11 g/hari, pada R2 adalah 135,82 dan 24,96 g/hari, pada R3 sebesar 118,67 dan 24,05 g/hari serta pada R4 adalah 114,72 dan 26,00 g/hari. Rataan kecernaan bahan kering dan protein masing-masing untuk R1 sebesar 55,31 dan 72,50% pada R2 adalah 43,45 dan 71,56%, pada R3 adalah 66,06 dan 80,33% serta pada R4 adalah 72,26 dan 82,76%.
Rataan retensi N untuk R1, R2, R3 dan R4 masing- masing sebesar 2,19, 2,06, 2,21 dan 2,79, sedangkan rataan pertambahan bobot badan untuk setiap perlakuan adalah...
