View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Animal Production Science and Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Animal Production Science and Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh kadar protein dalam ransum terhadap laju ovulasi pada mencit (Mus musculus)

      Thumbnail
      View/Open
      full text (4.445Mb)
      Date
      1994
      Author
      Permana, Arie Darma
      Mansjoer, Sri Supraptini
      Piliang, Wiranda G.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Salah satu indikator keberhasilan suatu usaha peter- nakan adalah apabila program reproduksi yang direncanakan berjalan dengan baik. Banyak faktor yang mempengaruhinya dan salah satu faktor yang penting adalah faktor zat-zat makanan. Protein mempengaruhi perkembangan fisiologis alat-alat reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar protein ransum dalam berbagai level terhadap jumlah sel telur yang dihasilkan oleh mencit betina pada saat ovulasi. Mencit betina yang digunakan dalam penelitian berumur rata-rata 3-4 minggu (lepas sapih) sebanyak 26 ekor dan 15 ekor mencit jantan dewasa yang digunakan sebagai penanda berahi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Ran- cangan Acak Lengkap dengan ulangan tidak sama. Ransum terdiri dari tepung jagung, bungkil kedele, tepung ikan, premix dan kapur yang kemudian disusun dengan tiga level protein yang berbeda, yaitu 18,30%, 21,41% dan 24,31%. Ransum jadi tersebut dicampur dalam bentuk tepung (mash). Penelitian berlangsung 5-6 minggu pada saat mencit betina telah mencapai dewasa kelamin (berumur 8-10 minggu) dan kemudian dikawinkan dengan pejantan. Apabila telah terjadi kopulasi maka mencit betina tersebut siap untuk dieuthanasi untuk diambil oviduknya. Mencit-mencit betina tersebut menghasilkan rata-rata laju ovulasi 5,9 sel telur/estrus untuk mencit yang meng- konsumsi ransum berkadar protein 18,30%, 7,1 sel telur/estrus untuk mencit yang mengkonsumsi ransum berka- dar protein 21,41% dan 7,4 sel telur/estrus untuk mencit yang mengkonsumsi ransum berkadar protein 24,31%. Analisis statistik menunjukkan bahwa peningkatan kadar protein dalam ransum tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap peningkatan laju ovulasi pada mencit.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/146563
      Collections
      • UT - Animal Production Science and Technology [4045]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository