View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Animal Production Science and Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Animal Production Science and Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh ketinggian naungan dari bahan seng terhadap respons termoregulasi sapi fries holland dara

      Thumbnail
      View/Open
      full text (4.912Mb)
      Date
      1995
      Author
      Basyarah, Wawan
      Purwanto, Bagus Priyo
      Santoso, Agus Bambang
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Atap atau naungan merupakan bagian dari kandang yang berfungsi untuk melindungi ternak dari sengatan matahari sehingga beban cekaman panasnya dapan dikurangi. Atap dapat terbuat dari berbagai macam bahan, salah satunya adalah seng. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ketinggian naungan seng yang berdasarkan sapi perah Fries Holland dara. respons termoregulasi Penelitian menggunakan empat ekor sapi perah Fries Holland dara. Kandang yang digunakan tidak memiliki dinding dengan luas lantai kandang 240 x 200 cm yang terdiri atas dua kandang stanchion. Masing-masing luas kandang 120 x 200 cm. Lantai kandang terbuat dari papan. Luas atap 4 x 4 meter dengan ketinggian yang dapat diubah- ubah menjadi 2,5 3,0 dan 3,5 meter dengan kemiringan 30°. Sebagai kontrol fisiologis ternak dijemur tanpa naungan di bawah radiasi matahari langsung. Parameter fisiologis yang diamati adalah suhu permukaan kulit, suhu rektal, frekuensi nafas dan denyut jantung. Parameter lingkungan yang diamati adalah suhu udara, kelembaban, kecepatan angin serta radiasi dan intensitas matahari. Kedua parameter diukur setelah ternak mengalami perlakuan yakni masuk dalam kandang atau dijemur tanpa naungan. Ternak masuk dalam naungan atau dijemur pada pukul 11.00. Pengukuran dilakukan pada pukul 12.00, 14.00, dan 16.00. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemakaian atap seng dapat mengurangi cekaman panas dengan lebih rendahnya suhu permukaan kulit suhu rektal, suhu tubuh, denyut jantung dan frekuensi nafas pada naungan daripada ternak yang tidak dinaungi. Ketinggian naungan yang berbeda menunjukkan pengaruh yang nyata pada menurunnya suhu rektal. dan suhu tubuh tapi tidak berpengaruh nyata pada suhu permukaan kulit, denyut jantung dan frekuensi nafas. Ketinggian atap 3,5 meter diatas permukaan lantai kandang lebih baik dari 2,5 dan 3,0 meter.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/146560
      Collections
      • UT - Animal Production Science and Technology [4045]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository