Pengaruh taraf zeolit dan tepung darah sebagai sumber protein dalam ransum terhadap kualitas karkas babi
View/ Open
Date
2003Author
Gurmilang, Alfonsus Agan
Siagian, Pollung H.
Muladno
Metadata
Show full item recordAbstract
hubungan yang bersifat kuadratik antara taraf tepung darah dengan Loin Eye Area, yaitu Y = 29,18 +0,936X-0,108X2 dimana X adalah taraf tepung darah (%) dan Y adalah rata-rata Loin Eye Area (cm²). Nilai rataan Loin Eye Area dengan pemberian 5% tepung darah dalam ransum lebih tinggi daripada pemberian 10% tepung darah dan tanpa pemberian tepung darah masing-masing sebesar 31,16±4,25; 27,74±3,32 dan 29,18±4,85 cm².
Interaksi taraf zeolit dan tepung darah sangat nyata (P<0,01) mempengaruhi bobot potong, berat karkas, panjang karkas dan Loin Eye Area tetapi tidak menunjukkan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap persentase karkas dan tebal lemak punggung karkas babi. Hasil uji Polinomial Ortogonal memperlihatkan bahwa interaksi antara taraf zeolit dan tepung darah dalam ransum dengan bobot potong, berat karkas, panjang karkas dan Loin Eye Area adalah zeolit bersifat linier dan tepung darah bersifat kuadratik.
Bobot potong dan berat karkas tertinggi dihasilkan oleh ternak babi yang mendapatkan ransum perlakuan R5 dengan nilai rataan masing-masing sebesar 96,33±2,88 dan 71,88±2,65 kg sedangkan bobot potong dan berat karkas terendah dihasilkan oleh ternak babi yang mendapat ransum perlakuan R4 dengan nilai rataan masing-masing sebesar 63,00±8,00 dan 48,42±4,96 kg. Nilai rataan tebal lemak punggung dan Loin Eye Area yang tertinggi terdapat pada ternak babi yang mendapat ransum perlakuan R8 masing-masing 3,93±0,45 cm dan 34,29±0,66 cm² sedangkan yang terendah pada ternak babi yang mendapat ransum perlakuan R4 masing-masing 2,55±0,42 cm dan 24,08±3,07 cm².
Ternak babi yang mendapat ransum perlakuan R7 memiliki karkas yang paling panjang yaitu 77,50±2,29 cm dan paling pendek pada ternak babi yang mendapat ransum perlakuan R4 yaitu 64,57±5,86 cm. Persentase karkas tertinggi dihasilkan oleh ternak babi yang mendapat ransum perlakuan R4 dan terendah pada ternak yang mendapat ransum R6 masing-masing sebesar 77,01±2,36 dan 75,01±1,91%.
