Pemerian cacing Platynosomum fastosum (Kossack, 1910) pada hati kucing di Indonesia
View/ Open
Date
2002Author
Susilowati, Sumber Sirep
Retnani, Elok Budi
Tiuria, Risa
Metadata
Show full item recordAbstract
Kucing merupakan hewan kesayangan yang berguna dan berjasa bagi manusia. Selain itu kucing juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Perawatan dan pencegahan berbagai penyakit kucing sangat berarti. Kucing "liar" (tanpa pemilik) yang ada di sekitar hewan peliharaan sangat potensial sebagai sumber infeksi berbagai penyakit antara lain kecacingan. Oleh karena itu kucing peliharaan sebaiknya tidak dibiarkan kontak dengan kucing "liar" tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pemerian dan inventarisasi cacing Trematoda pada hati kucing "liar" yang terinfeksi secara alami. Spesimen cacing dikumpulkan dari organ hati kucing "liar" kemudian dicuci dengan NaCl fisiologis dan direlaksasikan dalam alkohol 5%. Cacing dibunuh dengan larutan Formol Acetic Alcohol (F.A.A.) dan diawetkan dalam alkohol 70% yang mengandung 5% gliserin. Selanjutnya cacing diwarnai dengan semicon acetocarmine. Identifikasi cacing mengikuti ciri-ciri dari Whitlock (1960), Dunn (1978), Soulsby (1982), Disclaimer (1997), Ferreira et al. (1999) dan Anonimus (2001).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum cacing memiliki bentuk dan struktur organ yang sama yaitu bentuk oval memanjang dengan bagian ujung anterior sempit, berpundak, di sepertiga anterior melebar kemudian menyempit di bagian tengahnya sampai ujung posterior meruncing. ..dst
