View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Animal Production Science and Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Animal Science
      • UT - Animal Production Science and Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Keberadaan fenomena kelenturan fenotipik sifat-sifat produksi dan reproduksi pada mencit (Mus musculus)

      Thumbnail
      View/Open
      full text (8.001Mb)
      Date
      1996
      Author
      Imron, Muhammad
      Noor, Ronny Rachman
      Wiryawan, Komang G.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pemuliaan dan Genetika Ternak Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor selama empat bulan, mulai bulan Januari sampai April 1996. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keberadaan kelenturan fenotipik pada beberapa sifat produksi dan reproduksi serta mengetahui nilai korelasi fenotipik antar sifat produksi dan nilai heritabilitasnya. Hewan yang digunakan untuk penelitian ini adalah mencit agouti, hitam dan albino sebanyak 540 ekor pada generasi pertama dan 730 ekor pada generasi kedua. Perlakuan pada mencit dilakukan dengan membedakan populasi (agouti, hitam dan albino), dan jenis kelamin (jantan dan betina). Perlakuan berupa ransum berprotein rendah (12%) dan ransum berprotein normal (20%). Peubah yang diamati yaitu jumlah dan bobot lahir, jumlah dan bobot sapih, jumlah dan bobot dewasa dan jumlah kematian mencit. Rancangan statistik yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap pola faktorial 3 x 2 x 2. Untuk mengetahui keberadaan kelenturan fenotipik, digunakan analisis ragam dua arah. Kelenturan fenotipik dikatakan ada jika faktor ransum, nyata berpengaruh terhadap sifat yang diamati. Perbedaan kelenturan fenotipik antar populasi dinyatakan ada jika interaksi antara populasi dengan ransum mempunyai nilai peluang yang nyata. Nilai kelenturan fenotipik masing-masing populasi didapat dengan menghitung selisih antara rataan bobot badan gabungan jantan dan betina pada ransum kontrol dan perlakuan. Pada mencit agouti, hitam dan albino diamati adanya fenomena kelenturan fenotipik. Rataan nilai kelenturan fenotipik dari umur tiga sampai delapan minggu untuk mencit agouti, hitam dan albino adalah masing-masing 2,0619; 2,3093; 1,5486. Rataan nilai kelenturan fenotipik untuk semua populasi pada umur 3, 4, 5, 6, 7 dan 8 minggu berturut-turut adalah 0,2153; 0,7912; 1,2158; 3,0159; 3,4754 dan 3,1258. Korelasi fenotipik sifat yang diamati pada mencit antara bobot lahir dengan bobot sapih, bobot sapih dengan bobot dewasa dan bobot lahir dengan bobot dewasa mempunyai nilai berturut-turut 0,658; 0,540 dan 0,821, sehingga seleksi untuk bobot badan dapat dilakukan sejak lahir. Seleksi untuk sifat bobot sapih dan bobot dewasa akan memberikan respon seleksi yang tinggi karena heritabilitas sifat ini tinggi yaitu berturut-turut 0,32 dan 0,48.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/146109
      Collections
      • UT - Animal Production Science and Technology [4045]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository